Rusia Putuskan Tak Hadir di KTT Dewan Perdamaian AS
Rusia sudah memastikan bahwa tidak akan mengirimkan perwakilan ke Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian yang dijadwalkan di Washington pada 19 Januari mendatang.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menekankan bahwa keputusan untuk tidak hadir sudah final, termasuk untuk Presiden Vladimir Putin.
Dmitry Peskov menegaskan bahwa proposal untuk hadir di KTT tersebut masih dalam pemeriksaan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.
Meskipun diundang oleh Presiden AS Donald Trump, Kremlin menyatakan belum ada keputusan resmi dari pihak mereka.
Ia menambahkan, "Tidak ada seorang pun dari Kremlin yang merencanakan apa pun," menegaskan ketidakhadiran Rusia di acara internasional ini.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Rusia bukan satu-satunya negara yang memutuskan untuk tidak berpartisipasi di KTT ini.
Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, juga memutuskan untuk tidak hadir meskipun telah menerima undangan, dengan alasan bentrok jadwal.
India hingga kini masih mempertimbangkan kehadirannya, belum memberikan jawaban resmi setelah diundang Trump.
KTT Dewan Perdamaian merupakan inisiatif Trump untuk menciptakan forum bagi dialog penyelesaian konflik global, namun ketidakhadiran negara-negara besar menciptakan tantangan tersendiri.
Italia dan Polandia juga telah mengumumkan keputusan mereka untuk tidak terlibat, dengan alasan ketidaksesuaian prinsip dengan nilai-nilai yang mereka anut.
Situasi ini mengangkat pertanyaan mengenai keefektifan KTT ini dan kemampuan untuk menciptakan dialog yang konstruktif di tengah semakin berkurangnya kehadiran negara.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: