Keamanan Data Genomik Ditekankan dalam Program Inovatif Kesehatan Nasional
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) berfokus pada keamanan data genetik masyarakat Indonesia.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Beliau menegaskan bahwa sistem laboratorium lokal dan pengawasan terpusat akan menjaga data tersebut agar tidak bocor ke luar negeri.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa program BGSi dirancang untuk memastikan data genomik tersimpan dengan aman di dalam negeri. Dengan kemunculan undang-undang terbaru, semua data genom kini wajib disimpan di server Kementerian Kesehatan.
Menkes menggarisbawahi, 'Karena ada satu tempat akan jauh lebih gampang dikontrol dibandingkan dengan sekarang.' Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta keamanan terhadap data genetik masyarakat.
Sistem keamanan yang diterapkan adalah sistem keamanan negara yang bertujuan untuk melindungi data genetik masyarakat secara optimal.
Program BGSi mengusung konsep precision health treatment yang meningkatkan riset genomik guna membuat diagnosis dan pengobatan lebih akurat.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Menkes menambahkan, 'Dari segi pengobatannya juga jauh lebih baik, lebih presisi, lebih personalized.' Hal ini dimungkinkan dengan teknologi yang ada.
Contoh penggunaan aplikasi teknologi ini adalah dalam penanganan batuk, di mana pemeriksaan genom dapat membantu menentukan obat yang paling sesuai berdasarkan penyebab spesifiknya. Ini menjadikan pengobatan jauh lebih efektif.
Seiring dengan kemajuan teknologi, biaya pemeriksaan genom mengalami penurunan, yang membuat layanan ini lebih aksesibel bagi masyarakat.
Saat ini, total sampel genom yang terkumpul sudah mencapai sekitar 17 ribu, dengan target untuk tahun ini mencapai 100 ribu sampel. Menkes berharap proyeksi kumulatif dapat mencapai 400 ribu pada tahun 2030.
'Kami mau naikin kalau bisa ke 25 ribu, ke 50 ribu per tahun dan ke 100 ribu per tahun,' jelasnya. Target ini menunjukkan ambisi besar untuk memperluas cakupan penelitian genom.
Inisiatif ini juga berpotensi untuk diterapkan dalam sektor pertanian dan hewan, yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: