Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera Hampir Capai Angka Ideal
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menginformasikan bahwa proses pemulihan pascabencana di Sumatera kini mencapai hampir 70 persen.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Dari 52 kabupaten/kota yang terdampak, 37 di antaranya telah kembali ke kondisi normal dalam waktu dua bulan.
Dalam jumpa pers yang diadakan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri pada 11 Februari 2026, Tito menjelaskan, "Ada yang sudah kembali normal itu dari 52 itu ada 37. Jadi kalau kita persentasekan ya, lebih kurang hampir 70 persen kabupaten/kota dari 52 kabupaten/kota itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar 2 bulan."
Empat kabupaten yang mendekati kondisi normal adalah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pasaman Barat di Sumatera Barat, Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, dan Nagan Raya di Aceh.
Namun, Tito juga menekankan bahwa masih ada 11 kabupaten yang membutuhkan perhatian khusus dalam proses pemulihan, termasuk Kabupaten Padang Pariaman dan Agam di Sumatera Barat.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Tito menjelaskan bahwa Satuan Tugas sedang gencar melakukan berbagai pekerjaan penting, salah satunya adalah pembersihan lumpur yang tertinggal akibat bencana.
Perbaikan fasilitas kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas utama untuk mendukung proses belajar mengajar, serta pemulihan fasilitas keagamaan seperti madrasah dan rumah ibadah yang terkena dampak.
Ia juga menegaskan pentingnya pemulihan akses jalan darat dan infrastruktur penunjang lainnya, seperti jalan nasional, provinsi, dan jembatan yang mengalami kerusakan.
Untuk mengembalikan kondisi ekonomi masyarakat, Tito menekankan perlunya pemulihan sektor ekonomi lokal seperti pasar, kafe, warung, dan hotel.
"Kemudian juga ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel di beberapa tempat," katanya.
Selain itu, Tito juga menyebutkan tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar seperti pasokan listrik, bahan bakar, sarana komunikasi, internet, dan air minum, yang merupakan indikator penting dalam pemulihan.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: