Burhanuddin Soroti Masalah Pengelolaan Aset Sitaan Kejaksaan RI
Jaksa Agung ST Burhanuddin menunjukkan kekhawatiran terhadap pengelolaan aset sitaan yang ditangani oleh oknum jaksa. Ia meminta Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI untuk melakukan perbaikan agar aset negara tidak tercecer.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Pernyataan ini dibuat Burhanuddin saat memberikan sambutan di peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 BPA di Kejaksaan Agung. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan agar memberikan manfaat maksimal bagi negara.
Dalam evaluasinya, Burhanuddin mengungkapkan bahwa banyak aset sitaan yang belum tertata dengan baik. Beberapa aset bahkan diklaim oleh oknum jaksa untuk kepentingan pribadi, terutama di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jakarta.
Burhanuddin menegaskan, "Banyak aset-aset kita yang masih tercecer, aset-aset kita yang seharusnya kita miliki masih di-hak-in [diklaim] oleh para jaksa, terutama untuk Jakarta Pusat."
Ia menjelaskan bahwa praktik tersebut menunjukan ketidakdisiplinan yang perlu segera ditangani. Sebagai pemimpin Korps Adhyaksa, ia menekankan pentingnya penertiban agar penyalahgunaan aset tidak terjadi lagi.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Burhanuddin meminta agar direktorat dan divisi terkait melakukan penertiban secara segera. Ia ingin agar semua aset yang telanjur tercecer segera diinventarisasi dan ditarik kembali ke bawah kendali BPA.
"Saya mengharapkan ini betul-betul nanti dikumpulkan tidak boleh lagi siapa pun yang memakainya harus izin dari BPA dan kita tarik semua yang ada itu," tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya aturan ketat mengenai izin penggunaan barang rampasan dalam penanganan perkara agar tidak ada penyalahgunaan.
Burhanuddin menegaskan bahwa pengelolaan aset sitaan harus fokus pada pemulihan kerugian negara. Ia ingin BPA tetap menjalankan fungsi utamanya tanpa gangguan dari pihak luar.
"Saya mengharapkan lagi tidak ada lagi nanti di luar kebutuhan kita ada permintaan-permintaan untuk enggak ada lagi," ucap Burhanuddin.
Di akhir sambutannya, ia menegaskan perlunya menjaga aset negara agar tidak dicemari oleh kepentingan pribadi.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: