Israel Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian yang Dicanangkan oleh Trump
Israel baru saja mengumumkan keanggotaan resminya dalam 'Dewan Perdamaian', suatu inisiatif yang didorong oleh Presiden AS Donald Trump. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat kunjungan ke Washington.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Netanyahu menandatangani dokumen resmi yang menandai keanggotaan ini, dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Trump dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Dewan Perdamaian dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada November tahun lalu. Resolusi ini memberikan mandat untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza usai dilakukannya gencatan senjata.
Inisiatif ini menyusul gencatan senjata di Gaza yang dimulai pada bulan Oktober, didukung oleh rencana Trump dan disetujui baik oleh Israel maupun kelompok militan Palestina, Hamas.
Pernyataan resmi dari Netanyahu menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan serta stabilisasi di kawasan tersebut.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Sejumlah pakar hak asasi manusia menyampaikan keprihatinan mengenai pengawasan Trump terhadap dewan ini, yang dinilai memiliki kesamaan dengan struktur kolonial. Banyak yang berargumen bahwa kehadiran Israel tanpa perwakilan Palestina dapat meningkatkan kritik terhadap legitimasi dewan.
Ragu untuk bergabung atau mendukung inisiatif ini muncul dari beberapa negara anggota PBB, khususnya negara-negara Barat yang merupakan sekutu Amerika Serikat.
Situasi di Gaza tetap memprihatinkan, menyusul gencatan senjata yang sering kali dilanggar, dengan lebih dari 580 warga Palestina dan empat tentara Israel dilaporkan tewas sejak bulan Oktober.
Dewan Perdamaian dijadwalkan menggelar pertemuan pertamanya pada 19 Februari mendatang di Washington. Pertemuan ini akan fokus pada langkah-langkah rekonstruksi Gaza pasca-konflik.
Di dalam pertemuan ini, diskusi mengenai peran dan tanggung jawab anggota dewan dalam mengawasi situasi keamanan dan kemanusiaan di Gaza diharapkan akan dibahas.
Trump berencana memimpin pertemuan tersebut dan menunjukkan ambisi yang lebih besar dengan memperluas keterlibatan dewan dalam merespons konflik global, bukan hanya sekadar urusan Gaza.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: