Peringatan Mematikan: Israel Siap Bertindak Sendiri Terhadap Iran
Ketegangan antara Israel dan Iran kembali mencuat setelah Israel mengancam kemungkinan serangan militer yang dilakukan tanpa dukungan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut menyusul komunikasi diplomatik antara AS dan Iran yang kembali terjalin, mengubah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Israel menegaskan siap bertindak jika Iran melampaui ambang batas terkait program rudal balistiknya. Ini menjadi sorotan, mengingat pengembangan rudal Iran dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.
Menurut lapiran harian The Jerusalem Post, pejabat pertahanan Israel menyatakan bahwa mereka sudah memberitahu Washington tentang kemungkinan tindakan tersebut. "Kami telah memberi tahu Amerika bahwa kami akan bertindak sendiri jika Iran melampaui garis merah terkait rudal balistik mereka," ungkap seorang pejabat.
Israel memandang pengembangan rudal oleh Iran tidak hanya sebagai isu regional, tetapi juga ancaman terhadap keberadaannya. Hal ini mendorong militer Israel untuk merancang rencana operasi, termasuk serangan presisi terhadap fasilitas terkait di Iran.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Peringatan ini muncul saat proses perundingan antara AS dan Iran yang ditengahi oleh Oman. Dialog sebelumnya yang terhambat kini mulai mencari jalan keluar di Muscat.
Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan armada besar mendekati Iran dengan harapan memaksa Iran untuk menerima kesepakatan yang dianggap seimbang. Ia mengingatkan bahwa kegagalan diplomasi bisa mengarah pada tindakan militer yang lebih berbahaya.
Menanggapi ancaman ini, Iran tetap pada pendiriannya bahwa program nuklir mereka bertujuan damai. Pernyataan ini juga didukung oleh Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang menganggap belum ada bukti konkret mengenai program senjata nuklir aktif di Iran.
Meski begitu, pengawasan terus ditingkatkan dalam suasana ketegangan ini. Hubungan antara Israel dan Iran berada di titik kritis sejak Revolusi Islam 1979, dengan kedua negara terus terlibat dalam ketegangan yang saling mengancam.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: