Taiwan Tolak Permintaan AS untuk Relokasi Rantai Pasok Semikonduktor
Taiwan dengan tegas menolak permintaan Amerika Serikat untuk memindahkan 40% rantai pasok semikonduktor ke tanah airnya. Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menilai hal itu tidak mungkin dilakukan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Cheng menyampaikan bahwa ekosistem semikonduktor yang telah dibangun selama puluhan tahun tidak dapat dipindahkan dengan mudah, dan pihaknya tetap berkomitmen untuk berinvestasi di dalam negeri meski ada rencana ekspansi internasional.
Permintaan dari Amerika Serikat agar Taiwan memindahkan 40% rantai pasok semikonduktor muncul setelah kesepakatan perdagangan ditandatangani pada Januari. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menginginkan pemindahan tersebut selama masa jabatan Presiden Donald Trump.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Taiwan berkomitmen untuk menjamin investasi langsung sebesar USD 250 miliar dari perusahaan-perusahaan teknologi, serta memberikan kredit tambahan yang sama untuk memperluas kapasitas produksi di AS. Ini menjadi fokus dalam hubungan perdagangan antara kedua negara.
Investasi yang diharapkan dapat memperkuat kerjasama industri semikonduktor antara Taiwan dan AS, meskipun banyak tantangan, termasuk rencana pemindahan rantai pasok yang dianggap tidak realistis.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Cheng Li-chiun menegaskan bahwa investasi Taiwan di AS dilakukan dengan tetap mempertahankan industri semikonduktor yang ada di dalam negeri. Ini adalah bentuk penegasan identitas dan kekuatan industri tersebut.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), pemimpin dalam industri semikonduktor, telah berkomitmen lebih dari USD 65 miliar untuk manufaktur di AS. TSMC juga berencana untuk mempersiapkan komitmen investasi ini menjadi USD 165 miliar, dengan target produksi chip bagi klien AS seperti Apple dan Nvidia.
Namun, upaya untuk memindahkan rantai pasok chip ke AS memiliki banyak kendala, terutama dengan integrasi industri semikonduktor yang sudah ada dan dalam tahap mendalam di Taiwan.
Analis semikonduktor telah menunjukkan bahwa pemindahan rantai pasok yang kompleks merupakan tugas yang tidak hanya sulit, tetapi juga berisiko bagi ekosistem yang ada. Berbagai tantangan, termasuk kekurangan tenaga kerja di AS dan tingginya biaya yang terlibat, menjadi perhatian utama.
Teori Perisai Silikon juga menjadi bagian penting dari diskusi ini. Teori ini menyatakan bahwa Taiwan memiliki peran sentral dalam pasokan chip global, yang membuat AS harus mengambil langkah pencegahan terhadap agresi dari China.
Dalam situasi geopolitik yang semakin rumit, para analis mengungkapkan bahwa tuntutan untuk memindahkan rantai pasok dapat memperburuk hubungan antara kedua negara dan mengganggu stabilitas industri di tingkat global.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: