Taiwan Tolak Tuntutan Produksi Semikonduktor AS Secara Mentah
Taiwan menegaskan tidak dapat memenuhi tuntutan Amerika Serikat untuk memindahkan empat puluh persen kapasitas produksi semikonduktornya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Taiwan, Cheng Li-chiun, yang menilai permintaan tersebut tidak rasional.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Cheng juga menyatakan bahwa industri semikonduktor lokal harus tetap bertahan untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Taiwan.
Dalam pernyataan resminya, Cheng Li-chiun menjelaskan bahwa ekosistem semikonduktor Taiwan sangat kompleks dan tidak bisa direlokasi ke AS tanpa merugikan kualitas produksi. "Kita tidak bisa mengorbankan kemampuan produksi demi memenuhi permintaan ini," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya untuk mempertahankan kegiatan produksi semikonduktor di Taiwan, guna menjaga kemandirian industri. Negara ini memiliki sejarah yang kuat dalam pengembangan teknologi, terutama di sektor semikonduktor.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menekankan tujuan pemerintah mereka untuk mendapatkan empat puluh persen pangsa pasar semikonduktor kelas tinggi. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa jika Taiwan tidak memenuhi tuntutan, konsekuensinya dapat berupa tarif hingga seratus persen pada produk-produk dari Taiwan.
Lutnick memperingatkan bahwa langkah tersebut akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Taiwan, yang bergantung pada sektor semikonduktor sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan.
Sebelumnya, Taiwan dan AS telah bersepakat untuk menurunkan tarif ekspor menjadi 15%. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan mendorong investasi dari Taiwan ke AS, meskipun realisasi tuntutan saat ini menambah lapisan kompleksitas dalam hubungan kedua negara.
Situasi ini menunjukkan dinamika hubungan ekonomi yang semakin rumit, di mana Taiwan harus lebih berhati-hati dalam menghadapi desakan dari AS tanpa mengorbankan posisi strategis di sektor semikonduktor.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: