Trump Kembali Menyatakan Penolakan Terhadap Rencana Israel di Tepi Barat
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sekali lagi menegaskan ketidaksetujuannya terhadap rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Pernyataan ini hadir setelah kabinet keamanan Israel menyetujui langkah-langkah yang memperkuat kendali atas wilayah yang sudah diduduki.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Kritik datang dari berbagai negara dan organisasi, termasuk Uni Eropa, Inggris, Arab Saudi, Qatar, dan Turki, yang menilai tindakan Israel sebagai ilegal dan melanggar hukum internasional.
Pada 8 Februari, kabinet keamanan Israel menyetujui serangkaian langkah untuk mengubah kerangka hukum dan sipil di Tepi Barat. Langkah ini, yang diusulkan oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Pertahanan Yoav Katz, bertujuan untuk memperkuat kontrol Tel Aviv.
Salah satu keputusan signifikan adalah penghapusan regulasi yang melarang warga Yahudi membeli tanah Palestina di Tepi Barat. Tindakan ini berpotensi memperluas permukiman Yahudi di wilayah yang menjadi sorotan internasional.
Selain itu, wewenang izin pembangunan permukiman yang sebelumnya dikelola oleh Otoritas Palestina kini akan dikelola oleh otoritas sipil Israel. Hal ini berarti pemerintah daerah di Tepi Barat akan kehilangan sebagian besar kendali atas proyek pembangunan di wilayah mereka.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Keputusan Israel untuk melanjutkan langkah-langkah aneksasi tidak hanya mendapat perhatian dari dalam negeri, tetapi juga menimbulkan penolakan internasional yang signifikan. Para Menteri Luar Negeri negara-negara Arab dan mayoritas Muslim telah mengeluarkan pernyataan keras menolak tindakan tersebut.
Pada 9 Februari, mereka mengutuk langkah-langkah Israel, menyebutnya sebagai 'keputusan dan tindakan ilegal' yang berusaha memaksakan kedaulatan Israel secara sepihak. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa rencana ini melanggar hukum internasional.
Negara-negara yang terlibat dalam pernyataan tersebut mencakup Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Turki. Para pemimpin ini sepakat bahwa tindakan Israel dapat memperburuk ketegangan di wilayah tersebut.
Sikap Presiden Trump terhadap aneksasi Tepi Barat menunjukkan konsistensi meskipun adanya tekanan dari komunitas internasional. Seorang pejabat Gedung Putih, yang meminta untuk tidak disebut namanya, menyatakan keyakinan Trump bahwa Tepi Barat yang stabil adalah kunci bagi keamanan Israel.
Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintahan AS untuk mendukung sekutunya meskipun kritik global yang kuat. Pejabat tersebut mengatakan, 'Tepi Barat yang stabil menjaga keamanan Israel, dan sejalan dengan tujuan pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut.'
Dukungan dari AS telah memberikan keyakinan tambahan bagi Israel dalam mengambil tindakan yang akan membentuk kenyataan baru di Tepi Barat, meski dalam menghadapi kritik internasional yang terus bertambah.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: