BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 16:05 WIB

Uni Eropa Menggagas Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun

Uni Eropa Menggagas Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 TahunUni Eropa Menggagas Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun

Uni Eropa tengah mempertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun, sejalan dengan langkah yang sudah diambil oleh Prancis dan Spanyol.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran mengenai dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda.

Langkah Awal di Eropa

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menegaskan komitmennya untuk melindungi anak-anak dari risiko yang ditimbulkan oleh dunia digital yang tidak teratur. 'Hari ini, anak-anak kita terpapar pada ruang yang seharusnya tidak mereka jelajahi sendirian,' ungkapnya.

Negara-negara Eropa lainnya juga mulai melangkah ke arah ini, termasuk Prancis yang sedang membahas undang-undang di parlemen dan Spanyol yang akan segera melarang anak di bawah 16 tahun dari akses media sosial.

Selain itu, Italia dan Denmark juga mempertimbangkan langkah serupa, sementara Portugal mengusulkan rancangan untuk mewajibkan persetujuan orang tua bagi anak di bawah 16 tahun.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Verifikasi Usia dan Pendapat Ahli

Salah satu solusi yang dibahas adalah penerapan Identitas Digital Uni-Eropa untuk memverifikasi usia pengguna tanpa mengorbankan privasi. Paul O. Richter, peneliti senior di Bruegel, berkomentar bahwa sistem ini dapat membantu membuktikan usia pengguna secara digital.

Namun, tidak semua orang sependapat dengan rencana tersebut. Marc Damie dari gerakan ctrl+alt+reclaim menyatakan, 'Larangan seperti ini justru akan berdampak sebaliknya,' menunjukkan bahwa tindakan simbolis sering kali tidak menghasilkan solusi yang nyata.

Selain itu, para ahli memperingatkan bahwa larangan ini belum tentu menyelesaikan masalah struktural yang ada di media sosial, seperti fitur yang berpotensi menyebabkan kecemasan.

Reaksi dan Masa Depan Kebijakan Media Sosial

Uni Eropa tengah mengembangkan Digital Services Act (DSA) dengan tujuan mengubah cara perusahaan teknologi beroperasi, mencari cara untuk mengurangi risiko algoritma berbahaya bagi anak-anak. 'DSA adalah satu-satunya pihak yang dapat memberlakukan kewajiban tambahan pada platform daring,' jelas Thomas Regnier dari Komisi Eropa.

Sementara itu, Elon Musk, pemilik platform X, memberikan reaksi keras terhadap rencana larangan ini, menyebutnya sebagai bentuk tirani. 'Regulasi Eropa terkait keamanan digital adalah upaya membatasi kebebasan berpendapat,' kata Musk.

Banyak pengkritik berargumen bahwa Uni Eropa perlu berinvestasi dalam alternatif media sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Eropa agar tidak tergantung pada perusahaan besar asal AS.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Uni Eropa Menggagas Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!