Ribuan Ikan Mengambang di Kali Cisadane, Diduga Akibat Pencemaran Limbah Kimia
Ribuan ikan ditemukan mengambang di Kali Cisadane pada tanggal 9 Februari 2026, diduga kuat akibat keracunan limbah kimia. Kejadian ini menghebohkan warga Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, yang segera turun ke tepi sungai untuk menangkap ikan-ikan tersebut.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Meskipun ikan yang terperangkap dalam kondisi membahayakan itu berhasil ditangkap, penyebab spesifik di balik keracunan tersebut masih belum jelas. Salah satu warga mengekspresikan kebingungannya atas situasi yang mengejutkan ini.
Ribuan ikan mulai muncul ke permukaan Kali Cisadane sejak sore hari, menarik perhatian banyak warga. Warga Kelurahan Babakan segera turun ke tepi sungai untuk menangkap berbagai jenis ikan seperti Tawes, Mujair, dan Baung.
Jaya, seorang warga, menjelaskan bahwa ikan-ikan tersebut mengambang sejak sebelum Maghrib. Dia berharap untuk mengolah dan membagikannya kepada tetangga di sekitarnya.
Walau ikan berhasil ditangkap, warga tidak mengungkapkan ketidaktahuan tentang potensi bahaya kesehatan dari ikan yang menurut dugaan terkontaminasi. Hal ini menunjukkan ketidakpastian yang meliputi insiden tersebut.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Di hari yang sama, kebakaran terjadi di Kawasan Pergudangan Tekno, Tangerang Selatan, yang semakin memperburuk kondisi Sungai Cisadane. Kebakaran ini melibatkan pestisida kimia yang dapat mencemari lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan menemukan bahwa residu dari kebakaran tersebut turut mencemari Kali Serpong, yang aliran airnya bermuara ke Kali Cisadane. Kemunculan ribuan ikan mengambang dapat dianggap sebagai salah satu dampaknya.
Saat ini, pihak berwenang tengah melakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan hubungan antara kebakaran dan kondisi ikan di Kali Cisadane.
Kejadian ini mengundang perhatian masyarakat dan pihak berwenang mengenai dampak limbah kimia terhadap ekosistem. Residu pencemaran bisa berakibat pada kerugian di sektor perikanan dan juga kesehatan masyarakat.
Lingkungan di sekitar Kali Cisadane yang tercemar memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Pihak berwenang diharapkan memberikan solusi yang efektif agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.
Masyarakat juga diminta untuk lebih berhati-hati saat mengonsumsi ikan yang mungkin terkontaminasi guna menghindari risiko kesehatan.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: