Jejak Isaac Newton dalam Ilmu Fisika Klasik
Isaac Newton dikenal sebagai salah satu ilmuwan yang paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan. Karya-karyanya membentuk dasar fisika klasik dan mengubah cara kita memahami alam semesta.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dari hukum gerak hingga konsep gravitasi, pemikiran Newton tidak hanya memberikan teori tetapi juga metode untuk mempelajari dan memahami sains secara lebih mendalam.
Isaac Newton lahir pada 25 Desember 1642 di Woolsthorpe, Inggris, di tengah periode perubahan sosial dan ilmiah yang signifikan. Sains pada masa itu mulai berkembang dari pengaruh tradisi mistik dan filosofis yang sebelumnya mendominasi.
Selama era kebangkitan di Eropa, Newton menempuh pendidikan di Universitas Cambridge. Di sinilah ia mulai merumuskan teori-teori yang kelak mengubah wajah sains.
Ketika universitas ditutup karena wabah pes, Newton memanfaatkan waktu dengan menghabiskan dua tahun di rumah, yang menjadi masa kritik dalam pengembangan ide-ide genetisnya.
Setelah kembali ke Cambridge, presentasi ide-idenya membuatnya dikenal dalam komunitas ilmiah sebagai matematikawan dan fisikawan yang cemerlang.
Newton merumuskan tiga hukum gerak yang kini menjadi dasar dalam memahami fisika. Hukum pertamanya menjelaskan bahwa benda dalam keadaan diam atau bergerak lurus akan tetap demikian tanpa adanya gaya yang bekerja.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Hukum kedua menyatakan bahwa percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya yang diterapkan, dan berbanding terbalik dengan massa benda, yang dinyatakan dalam rumus F=ma.
Sementara hukum ketiga mengungkapkan bahwa untuk setiap aksi, terdapat reaksi yang sama dan berlawanan; konsep ini krusial untuk memahami interaksi antara benda-benda.
Ketiga hukum ini membentuk kerangka kerja yang elegan dalam menjelaskan dan meramalkan gerak benda, menjadi landasan penting dalam aplikasinya di dunia nyata.
Salah satu sumbangan terbesar dari Newton adalah penjelasannya mengenai gravitasi. Ia mengemukakan bahwa setiap partikel di alam semesta saling menarik dengan gaya yang berbanding lurus dengan massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak di antara mereka.
Konsep ini menghasilkan revolusi dalam pemahaman gerakan planet, serta berhasil menjelaskan orbit planet dengan menggunakan hukum gravitasi universal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: