Waspada! Modus Penipuan Mengatasnamakan Bank dan Dompet Digital Semakin Marak
Penipuan yang mengatasnamakan bank dan dompet digital kini semakin meresahkan masyarakat Indonesia. Banyak orang terjebak dalam skema yang tampak resmi namun sebenarnya adalah jebakan belaka.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Skenario yang umum terjadi adalah penipu berpura-pura sebagai petugas bank yang meminta informasi pribadi. Modus ini memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mengancam keamanan finansial publik.
Salah satu metode yang sering digunakan adalah penipuan melalui telepon. Dalam skenario ini, pelaku akan mengaku sebagai petugas bank dan meminta nomor PIN serta informasi pribadi lainnya.
Banyak masyarakat yang terperdaya oleh trik ini karena merasa terdesak. Ketidakpahaman mengenai proses verifikasi memudahkan penipu untuk membujuk korban.
Selain telepon, penipuan lewat aplikasi pesan juga semakin populer. Para penipu mengirimkan pesan yang tampak resmi dengan logo bank, untuk memberikan kesan dipercaya.
Dalam beberapa kasus, penipu memberikan tautan yang mengarah ke situs palsu untuk mencuri data akun korban.
Modus penipuan lain yang tak kalah marak adalah dengan menawarkan penghargaan atau promosi dari bank. Penipu sering kali mengirim pesan yang menyatakan bahwa korban telah memenangkan hadiah.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Untuk bisa mengklaim hadiah tersebut, korban sering diminta untuk membayar sejumlah uang atau memberikan informasi rekening. Jelas bahwa ini merupakan jebakan penipuan.
Penting untuk menyadari bahwa bank resmi tidak akan meminta pembayaran untuk memberikan hadiah. Masyarakat harus peka agar tidak mudah tergoda oleh tawaran semacam ini.
Kampanye promosi penipuan sering kali aktif di media sosial, menyasar orang-orang yang kurang hati-hati.
Untuk menghindari menjadi korban, pastikan untuk memeriksa nomor telepon atau alamat email yang menghubungi Anda. Jika merasa ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk menghubungi layanan pelanggan bank.
Selalu ingat, jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti nomor PIN, kata sandi, atau detail rekening kepada siapapun yang menghubungi Anda. Bank resmi tidak akan meminta informasi sensitif melalui telepon atau pesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: