Kemkomdigi Selidiki Kebocoran Data Dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sedang menyelidiki dugaan kebocoran data dalam proses rekrutmen tenaga kerja baru mereka. Wakil Menteri Nezar Patria mengkonfirmasi bahwa penyelidikan internal sudah dimulai untuk mengidentifikasi kesalahan dalam prosedur yang ada.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Dugaan kebocoran ini terkait dengan penggunaan platform yang tidak seharusnya, yaitu Google Drive, untuk mengumpulkan data pelamar. Nezar juga memastikan bahwa tautan yang mengandung data pelamar telah ditutup.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan bahwa rekrutmen seharusnya tidak dilakukan melalui platform tidak aman. "Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh Irjen (Inspektorat Jenderal Kemkomdigi)," ucapnya.
Dugaan kebocoran tersebut saat ini sedang dikomunikasikan dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Mereka melakukan evaluasi internal untuk memastikan bahwa prosedur penerimaan tenaga kerja sudah sesuai aturan.
Nezar memastikan bahwa tindakan segera diambil untuk menutup tautan yang berisi data pelamar dan beralih ke platform yang lebih aman. "Kita ketahui kecerobohan itu terjadi dalam waktu yang singkat, lalu langsung ditutup dan diganti ke kanal yang lain dengan menggunakan platform yang lebih aman," pungkasnya.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Sebelum masalah kebocoran ini muncul, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital telah membuka lowongan untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Sebanyak sembilan posisi ditawarkan dalam pengumuman tersebut.
Namun, banyak pelamar diminta mengunggah dokumen pribadi seperti CV, fotokopi ijazah, KTP, dan surat keterangan sehat melalui tautan yang tidak aman. Tautan tersebut mengarah kepada penyimpanan komputasi awan dengan pengaturan akses terbuka.
Akibatnya, berkas pelamar bisa diakses oleh siapa saja, tanpa adanya perlindungan keamanan yang memadai. Ini tentu menimbulkan kekhawatiran tentang perlindungan data pribadi dalam proses rekrutmen.
Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail mengungkap bahwa evaluasi internal masih berlangsung. "Sifatnya masukan, ya, kami paham betul bahwa kualitas SDM di Komdigi perlu dilakukan peningkatan," katanya.
Ia menambahkan bahwa masalah terkait keamanan data pribadi pelamar akan menjadi perhatian utama dalam proses perbaikan yang sedang dilakukan. Upaya ini diharapkan dapat mencegah kebocoran data di masa mendatang.
Kemkomdigi menyadari betapa pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi para pelamar. Dengan evaluasi dan perubahan prosedur, mereka ingin memastikan keamanan yang lebih baik di setiap tahap rekrutmen.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: