Asap Oranye di Cilegon, Vopak Tegaskan Tak Ada Kebocoran
Kejadian asap kuning pekat di PT Vopak Terminal Merak pada Sabtu (31/1/2026) mengundang perhatian warga sekitar. Perusahaan memastikan tidak ada kebocoran tangki atau pipa, dan mengungkapkan bahwa fenomena ini disebabkan oleh reaksi kimia saat proses pembersihan.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Lubis Mukhron Hakim, Customer Service Senior Officer PT Vopak, menjelaskan bahwa asap oranye muncul akibat percampuran asam nitrat dan base oil pelumas. Ia menambahkan bahwa reaksi eksotermik ini berlangsung selama 5-10 menit.
Dalam penjelasannya, Hakim mengungkapkan bahwa reaksi antara asam nitrat dan base oil pelumas di fasilitas penyimpanan menyebabkan uap berwarna oranye. 'Adanya reaksi eksotermik kemudian menghasilkan uap oranye yang itu berlangsung 5-10 menit,' kata Hakim.
Tim emergency response segera menghentikan proses pembersihan setelah asap mulai terlihat. Langkah ini diambil untuk mencegah dampak yang lebih lanjut kepada masyarakat sekitar.
Meskipun perusahaan menegaskan tidak terjadi kebocoran, fenomena tersebut menyebabkan asap menyebar yang cukup mengganggu kesehatan warga. Ini menjadi perhatian penting di wilayah sekitar pabrik tersebut.
Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia
Hakim mengakui meskipun Vopak membantah adanya kebocoran, asap yang keluar dari pabrik memberikan dampak langsung pada kesehatan masyarakat. Banyak warga melaporkan mengalami sesak napas setelah terpapar uap tersebut.
Sumber lain menyebutkan bahwa material lain yang ada diduga bereaksi dengan material sisa, menghasilkan uap mencolok. 'Nah, material ini yang kita bersihkan rupanya bereaksi dengan material sisa yang ada di situ,' tuturnya.
Jika monitoring tidak dilakukan secara ketat, kondisi ini dikhawatirkan bisa berlanjut. Maka, penting untuk selalu ada langkah pencegahan dalam operasional pabrik agar tidak terjadi hal serupa.
Vopak terus berusaha memberikan informasi akurat terkait kejadian ini. Perusahaan menetapkan imbauan agar warga tidak panik dan tetap waspada terhadap informasi beredar.
Hakim meminta kerja sama masyarakat untuk mengikuti arahan yang diberikan oleh perusahaan, terkait dengan kesehatan dan keselamatan. Komunikasi yang baik menjadi hal krusial di situasi seperti ini.
Kejadian ini menjadi titik evaluasi bagi pihak berwenang untuk memperketat prosedur keamanan pabrik kimia agar insiden serupa tidak terulang.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: