BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 17:36 WIB

Panduan Praktis Puasa Aman bagi Penderita Darah Rendah

Panduan Praktis Puasa Aman bagi Penderita Darah RendahPanduan Praktis Puasa Aman bagi Penderita Darah Rendah

Puasa selama Ramadan adalah saat yang sangat dihargai oleh umat Muslim, tetapi bagi mereka yang memiliki kondisi darah rendah, hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Menjaga kesehatan menjadi kunci agar ibadah tetap berjalan lancar dan menghindari gejala yang tidak diinginkan.

Mengapa Penderita Darah Rendah Harus Hati-hati saat Puasa?

Penderita darah rendah seringkali mengalami gejala seperti pusing atau lemas, terutama ketika berpuasa. Ini dikarenakan kekurangan asupan nutrisi dan cairan yang bisa memperburuk kondisinya.

Selama bulan puasa, asupan makanan dan minuman yang terbatas dapat mengganggu kadar hemoglobin dalam darah. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memperhatikan pola makan dan hidrasi ketika sahur dan berbuka.

Dokter biasanya menyarankan agar para penderita darah rendah tidak berpuasa jika kondisi kesehatannya tidak stabil. Dr. Maria menjelaskan, "Jika Anda merasa sangat lemah atau mengalami gejala ekstrem, lebih baik berkonsultasi dengan dokter."

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis

Tips Sahur yang Sehat untuk Penderita Darah Rendah

Sahur adalah waktu yang sangat penting untuk mengisi energi yang diperlukan sepanjang hari. Makanan yang kaya zat besi dan vitamin C, seperti sayuran hijau dan buah-buahan, sangat dianjurkan.

Penderita darah rendah sebaiknya juga mengonsumsi protein hewani, seperti daging dan telur, untuk membantu proses pembentukan sel darah merah dalam tubuh.

Penting untuk tetap terhidrasi selama sahur. Pastikan untuk minum air yang cukup agar tubuh tidak mengalami dehidrasi saat berpuasa, dan hindari minuman berkafein yang dapat memperparah dehidrasi.

Cara Berbuka Puasa yang Tepat

Saat berbuka puasa, penting untuk tidak terburu-buru. Mulailah dengan segelas air dan kurma untuk mengembalikan energi, kemudian perlahan-lahan konsumsi makanan berat setelah tubuh merasa lebih stabil.

Makanan yang tinggi serat, seperti sayuran rebus atau sup, juga sangat baik untuk membantu pencernaan. Makanan tersebut memperlambat proses pengosongan lambung dan membantu menstabilkan kadar gula darah.

Hindari makanan yang digoreng dan terlalu banyak garam, karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan menyebabkan tekanan darah menjadi tidak stabil.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Panduan Praktis Puasa Aman bagi Penderita Darah Rendah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!