BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 21:25 WIB

Kedatangan Pandji Pragiwaksono di Bareskrim Terhadap Kasus Adat Toraja

Kedatangan Pandji Pragiwaksono di Bareskrim Terhadap Kasus Adat TorajaKedatangan Pandji Pragiwaksono di Bareskrim Terhadap Kasus Adat Toraja

Pandji Pragiwaksono, seorang komika ternama, menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri pada 2 Februari 2026. Pemeriksaan ini merupakan langkah lanjutan sebagai respons atas laporan yang diajukan oleh Aliansi Pemuda Toraja pada November 2025.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Dalam proses tersebut, Pandji didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, dan menjelaskan posisi dirinya terkait dugaan penghinaan terhadap adat serta budaya Toraja.

Pemeriksaan dan Klarifikasi

Pemeriksaan Pandji dimulai pukul 10.30 WIB dan berlangsung selama beberapa jam dengan total 48 pertanyaan mengenai materi video stand-up yang dianggap menyinggung masyarakat Toraja. Ia menyatakan bahwa pertanyaan tersebut berfokus pada lelucon yang ia sampaikan dalam penampilannya.

Selain menjawab pertanyaan, Pandji juga berusaha menjelaskan konteks dari materi komedinya, mengatakan, "Ini dapat panggilan terkait kasus Toraja." Proses pemeriksaan ini sebelumnya sempat ditunda dua kali karena Pandji sedang berada di luar negeri.

Setelah pemeriksaan, Pandji menyampaikan bahwa dirinya telah meminta maaf kepada masyarakat Toraja. Namun, ia tetap menunjukkan keseriusannya menghadapi proses hukum yang sedang berjalan, dengan menyatakan, "Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan. Sudah ada bisa dilihat publik juga."

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Dampak dari Materi Komedi

Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Pandji karena dugaan ujaran kebencian terkait SARA setelah materi komedinya dari tahun 2013 menjadi viral di media sosial. Mereka menilai bahwa materi tersebut memiliki unsur penghinaan terhadap adat yang mereka junjung tinggi.

Dalam menghadapi kritik tersebut, Pandji berinisiatif melakukan dialog dengan Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam dialog ini, Rukka menjelaskan nilai-nilai budaya Toraja, membantu Pandji memahami dampak dari lelucon yang ia tampilkan.

Dialog ini menjadi langkah penting bagi Pandji untuk memperjelas posisinya dan berusaha mendamaikan hubungan dengan masyarakat Toraja, di mana ia berupaya untuk merasa berempati kepada mereka yang merasa tersakiti.

Proses Hukum yang Berlanjut

Meskipun sudah meminta maaf, Pandji tetap berkomitmen untuk mengikuti setiap langkah dalam proses hukum yang berlangsung. Ia mengatakan, "Tapi ya ini mungkin meluruskan laporan aja kali ya. Jadi saya mengikuti prosesnya aja."

Hal ini menunjukkan bahwa Pandji menghargai mekanisme hukum dan berharap untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik. Perkembangan di Bareskrim akan terus dipantau oleh masyarakat dan media.

Proses ini juga menjadi perhatian luas di kalangan publik, yang menunggu langkah selanjutnya dari pihak berwenang terkait kasus ini.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kedatangan Pandji Pragiwaksono di Bareskrim Terhadap Kasus Adat Toraja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!