Pemprov DKI Jakarta Siap Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Menghadapi Cuaca Ekstrem
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang untuk memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) seiring dengan prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Potensi cuaca buruk ini diperkirakan akan berlanjut hingga 1 Februari mendatang.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau situasi cuaca sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait pelaksanaan OMC, yang telah dipersiapkan sebagai antisipasi terhadap curah hujan tinggi.
BMKG memprediksi bahwa cuaca ekstrem di DKI Jakarta akan berlanjut hingga awal Februari. Analisis mereka menunjukkan adanya ancaman signifikan terhadap keselamatan dan infrastruktur akibat curah hujan yang tinggi.
Pramono Anung menyatakan, "Hasil BMKG memang ada kemungkinan sampai tanggal 1 Februari cuacanya masih perlu dilakukan OMC," menegaskan betapa pentingnya perhatian terhadap prediksi tersebut.
Anggaran untuk OMC sudah disiapkan, sehingga langkah lanjut dapat dilakukan jika kondisi cuaca memang memerlukan. Ini menunjukkan respon cepat dari pemerintah daerah terhadap tantangan cuaca.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bertujuan untuk menangkal dampak negatif dari curah hujan tinggi, seperti banjir yang sering kali melanda Jakarta. Pramono menegaskan pentingnya tindakan preventif, "Yang paling penting jangan sampai curah hujan tinggi ini kembali menimbulkan banjir yang besar."
Dengan mengantisipasi curah hujan tinggi, pemprov berusaha meminimalisasi kerugian yang bisa ditimbulkan oleh banjir. Upaya ini adalah bagian dari strategi pengendalian banjir di kawasan metropolitan yang rentan terhadap bencana ini.
Sejarah mencatat, banjir di Jakarta tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak besar pada infrastruktur ekonomi dan transportasi.
Pemprov DKI Jakarta juga berupaya mengoordinasikan OMC dengan wilayah-wilayah sekitar untuk mengurangi risiko banjir kiriman. Pramono menjelaskan, "Kami juga melakukan di wilayah perbatasan, karena curah hujan tinggi juga berpotensi terjadi di Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, dan Bekasi."
Kerjasama dengan daerah penyangga dianggap penting mengingat jika curah hujan di wilayah sekitar tetap tinggi, maka upaya pengendalian banjir di Jakarta akan sia-sia.
Oleh karena itu, pengendalian banjir memerlukan pendekatan lintas daerah agar hasil yang dicapai dapat optimal dan efektif.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: