BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 27 JANUARI 2026 • 17:40 WIB

Kerjasama Indonesia-Amerika Serikat untuk Pelestarian Terumbu Karang

Kerjasama Indonesia-Amerika Serikat untuk Pelestarian Terumbu KarangKerjasama Indonesia-Amerika Serikat untuk Pelestarian Terumbu Karang

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah sepakat untuk mengalihkan pembayaran utang sebesar US$35 juta untuk mendukung konservasi terumbu karang. Inisiatif ini bagian dari program pengalihan utang berdasarkan Undang-Undang Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA).

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Kesepakatan ini, yang ditandatangani pada tahun 2024, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, yang terlihat dari banyaknya proposal yang diajukan untuk program tersebut.

Detail Kesepakatan dan Implementasi Program

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Koswara, menjelaskan bahwa pengalihan utang ini berfokus pada konservasi ekosistem terumbu karang. Program ini akan dilaksanakan di tiga lokasi prioritas: Kepala Burung, Sunda Kecil, dan Banda.

Koswara berharap pelaksanaan program TFCCA bisa menjadi pondasi untuk aksi konservasi di tingkat lokal oleh masyarakat pesisir. Tujuannya adalah untuk perlindungan serta pengelolaan ekosistem terumbu karang di kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia.

Lebih dari itu, Koswara juga menyebutkan bahwa proposal dari 58 organisasi lokal telah disetujui untuk menjadi pelaksana dalam fase pertama program. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk konservasi berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Dukungan dari Berbagai Pihak

Program TFCCA mendapatkan dukungan dari organisasi lain selain dana sebesar US$35 juta dari pengalihan utang. Kontribusi tambahan termasuk US$3 juta dari Conservation International dan Konservasi Indonesia.

Kontribusi juga datang dari The Nature Conservancy (TNC) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dengan total sebesar US$1,5 juta. Hal ini menunjukkan adanya komitmen dari berbagai pihak untuk mendukung konservasi terumbu karang.

M. Firdaus Agung Kunto Kurniawan, Direktur Konservasi dan Ekosistem, menegaskan bahwa skema TFCCA adalah langkah strategis dalam pelestarian keanekaragaman hayati. Program ini diharapkan menjadi tolok ukur bagi pelaksanaan program serupa di negara lain.

Potensi Jangka Panjang dan Manfaat bagi Ekosistem

Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan terumbu karang dan keberlanjutan sumber daya laut di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat pesisir bisa merasakan manfaat langsung dari hasil konservasi.

Koswara menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan perlindungan ekosistem terumbu karang. Ia berharap program ini dapat mendorong inisiatif lokal demi mempertahankan keberlanjutan ekosistem.

Kesepakatan ini mencerminkan fokus pada konservasi serta kemitraan erat antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat untuk menjaga lingkungan.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kerjasama Indonesia-Amerika Serikat untuk Pelestarian Terumbu Karang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!