Dampak Berita Negatif Terhadap Kesehatan Mental: Apa yang Perlu Diketahui
Di dunia yang serba cepat ini, paparan berita buruk tentang bencana dan konflik dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental masyarakat. Psikolog klinis Virginia Hanny, M.Psi., memperingatkan bahwa informasi ini dapat memicu kelelahan mental bahkan bagi individu yang tidak terlibat langsung.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Hanny menjelaskan bahwa konteks emosional yang ditangkap melalui gambar dan narasi berita bisa menciptakan respon stres yang mirip dengan pengalaman langsung dari kejadian tersebut. Ini mengindikasikan perlunya kesadaran akan potensi dampak negatif informasi yang kita konsumsi sehari-hari.
Vicarious trauma, yang sering disebut sebagai trauma sekunder, adalah kondisi psikologis yang dialami seseorang setelah terpapar pengalaman traumatis orang lain tanpa mengalaminya secara langsung. Paparan berita mengenai bencana melalui berbagai media dapat menciptakan dampak serupa pada individu.
Virginia Hanny mengingatkan bahwa walaupun seseorang tidak berada di lokasi kejadian, efek dari gambar, video, atau narasi emosional dapat memicu respons stres yang kuat. Hal ini sering mengarah pada perasaan sedih berkepanjangan, kecemasan, dan kelelahan mental.
Dengan meningkatnya jumlah berita buruk yang kita lihat sehari-hari, penting untuk memahami bahwa dampak ini tidak terbatas pada mereka yang mengalami tragedi secara langsung.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Empati adalah bagian penting dari kesehatan mental, tetapi Virginia Hanny menekankan pentingnya batasan yang sehat saat berhadapan dengan berita buruk. Mengakui kapasitas diri dalam mengonsumsi informasi dapat membantu mencegah kelelahan emosional.
Dia menambahkan bahwa penting bagi seseorang untuk menyadari bahwa merasa empati tidak berarti harus menyerap semua emosi yang dikisahkan oleh para korban. Memiliki batasan dalam menyerap berita akan membantu individu menjaga kesehatan mental mereka.
Keseimbangan antara empati dan proteksi diri sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan emosional di tengah era ketidakpastian.
Menurut Virginia Hanny, ada beberapa langkah praktis yang dapat diambil untuk mengurangi risiko kelelahan mental akibat paparan berita buruk. Teknik grounding, seperti pernapasan dalam dan fokus pada sensasi tubuh, bisa menjadi cara yang efektif.
Dia juga menyarankan untuk terlibat dalam aktivitas sosial positif, seperti berdonasi atau menjadi relawan. Namun, individu perlu memastikan bahwa mereka sudah siap secara mental sebelum melakukannya.
Hanny menegaskan bahwa reaksi emosional seperti kesedihan atau kecemasan adalah reaksi yang wajar. Namun, individu juga perlu waspada terhadap tanda-tanda kelelahan mental dan mencari bantuan jika diperlukan.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: