Alex Honnold Soroti Ketidakadilan Pembayaran Film Dokumenter di Netflix
Pendaki legendaris Alex Honnold mengungkapkan kekecewaannya mengenai kompensasi untuk film dokumenter Taipei 101 Climb yang ditayangkan di Netflix.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dalam sebuah diskusi di Sundance Film Festival 2026, ia menilai bahwa pendapatannya tidak sebanding dengan risikonya sebagai atlet ekstrem.
Honnold menyampaikan bahwa ia merasa imbalan yang diterima sangat tidak mencerminkan nilai dari konten yang dihasilkan. "Netflix membayar saya dalam jumlah yang sangat kecil dan memalukan untuk film itu," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa meskipun film-film petualangan mendapatkan popularitas, atlet yang mengorbankan diri untuk konten tersebut tidak mendapatkan imbalan yang seharusnya. Honnold membandingkan pendapatannya yang hanya mencapai enam digit dengan kontrak pemain Major League Baseball yang mencapai USD 170 juta.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Dalam pernyataannya, Honnold menunjukkan ketidakadilan dalam distribusi pendapatan antara subjek dokumenter dan platform streaming. "Ada ketimpangan besar antara nilai yang diciptakan oleh subjek dokumenter dengan apa yang platform streaming bersedia bayar," jelasnya.
Ia berpendapat bahwa streaming platform meraup keuntungan besar dari risiko yang diambil oleh para atlet, sementara imbalan yang didapatkan jauh dari yang diharapkan. Hal ini membuka wacana baru terkait keadilan dalam industri film dan publikasi dokumenter.
Meskipun mengakui bahwa film dokumenter tersebut membantunya mendapatkan kontrak sponsor yang lebih besar, Honnold menekankan bahwa perusahaan media besar seharusnya lebih menghargai kontribusi para kreator konten. Ia mengatakan, "Mereka mendapatkan keuntungan dari risiko yang kami ambil, sementara kami hampir tidak mendapatkan apa-apa dari royalti atau penayangan jangka panjang."
Analisis Honnold membawa perbincangan kembali mengenai model bisnis yang digunakan oleh platform streaming yang dianggap tidak adil bagi subjek dokumenter.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: