BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 26 JANUARI 2026 • 15:05 WIB

Wabah Virus Nipah Dicover di Benggala Barat, Seratus Orang Dalam Karantina

Wabah Virus Nipah Dicover di Benggala Barat, Seratus Orang Dalam KarantinaWabah Virus Nipah Dicover di Benggala Barat, Seratus Orang Dalam Karantina

Wabah virus Nipah kini mengguncang India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, setelah lima kasus terkonfirmasi pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Sekitar seratus orang telah diminta untuk menjalani karantina di rumah, sementara pemerintah mengirim tim respons pusat untuk memantau dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kondisi Pasien dan Sumber Infeksi

Pasien yang terinfeksi saat ini sedang dirawat di rumah sakit yang terletak di dan sekitar ibu kota Kolkata. Salah satu pasien dilaporkan dalam kondisi kritis, dan dua di antaranya adalah perawat serta satu adalah dokter.

Sumber infeksi dianggap berasal dari pasien yang dirawat di rumah sakit swasta dekat Kolkata, dengan interaksi antara individu terinfeksi terjadi antara 28-30 Desember. Gejala kemudian muncul antara 31 Desember hingga 2 Januari, menunjukkan masa inkubasi yang cepat.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Langkah-Langkah Penanganan Otoritas Kesehatan

Otoritas kesehatan India menekankan perlunya memperkuat pelacakan kontak dan menerapkan langkah-langkah karantina yang ketat. Kepatuhan terhadap pedoman karantina menjadi fokus utama demi melindungi tenaga medis yang terlibat dalam penanganan pasien.

Seorang pejabat senior dari Kementerian Kesehatan India menyebutkan, 'Mengingat seriusnya infeksi virus Nipah, situasi ini ditangani dengan prioritas utama.' Penggunaan masker juga disarankan kembali, dengan semua kasus dalam pengawasan ketat.

Karakteristik dan Bahaya Virus Nipah

Virus Nipah diakui sebagai patogen berisiko tinggi oleh Organisasi Kesehatan Dunia, dengan angka kematian antara 40 hingga 75% tergantung pada strain virus. Meskipun berbahaya, saat ini belum ada vaksin atau obat yang disetujui untuk mengobati infeksi ini.

Infeksi virus Nipah bisa diwarnai gejala tidak spesifik dan berpotensi berkembang menjadi penyakit serius seperti ensefalitis. CDC mencatat bahwa masa inkubasi virus ini berkisar antara empat hingga 21 hari, di mana gejala awalnya sering kali mirip flu.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Wabah Virus Nipah Dicover di Benggala Barat, Seratus Orang Dalam Karantina

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!