Banjir Parah Jakarta Barat: Kiriman Air dari Tangerang Mengguyur Wilayah
Jakarta Barat sedang menghadapi banjir hebat yang berasal dari kiriman air di wilayah hulu Tangerang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membenarkan situasi ini saat mengunjungi lokasi pengungsian di Rawa Buaya.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Ketinggian air mencapai angka yang mengkhawatirkan, dipicu oleh aliran dari sejumlah sungai besar menuju Cengkareng Drain. Hal ini membuat banyak warga terpaksa mengungsi akibat dampak banjir yang melanda daerah mereka.
Banjir di Jakarta Barat dipicu oleh aliran air dari Sungai Angke, Pesanggrahan, serta Kali Mookervart. Semua sungai ini mengalir ke Cengkareng Drain dan menyebabkan ketinggian air tercatat mencapai 350 cm, melebihi batas aman yang ditetapkan yaitu 310 cm.
Akibat banjir ini, banyak warga Rawa Buaya terpaksa mengungsi, terutama di Masjid Jami' Baitul Rahman di mana terdapat 45 kepala keluarga atau sekitar 177 jiwa yang tinggal di pengungsian.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa semua pengungsi dalam keadaan sehat dan kebutuhan dasar mereka sudah terpenuhi, berkat bantuan dari Pemprov DKI Jakarta yang menyediakan beras, minyak goreng, dan perlengkapan lainnya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Saat meninjau lokasi pengungsian, Gubernur Pramono menerima permintaan dari warga untuk menambah pompa air. Seorang warga, yang terlihat dari lantai dua masjid, mengeluhkan situasi banjir yang tak kunjung surut, dengan seruan, "Pak Pram, Pak Pram, Pak pompanya tambah lagi dong Pak."
Merespons permintaan tersebut, Pramono langsung menyetujui dan menjelaskan bahwa pemprov telah meningkatkan jumlah pompa dari lima menjadi tujuh unit. "Tadi saya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa," ujarnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan banjir cepat surut dan masyarakat bisa kembali ke rumah mereka dengan aman.
Pramono juga menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan meneruskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi curah hujan. OMC yang ada akan berlangsung hingga 27 Januari 2026, dengan tujuan untuk menekan intensitas hujan.
"Minimal dua, maksimal tiga, supaya curah hujan bisa ditekan dan masyarakat yang mengungsi bisa segera kembali ke rumahnya," tambahnya.
Sementara itu, kondisi genangan air di beberapa jalan utama Jakarta Barat dilaporkan mulai membaik, dengan Jalan Daan Mogot hanya menyisakan genangan di satu titik.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: