Investigasi Kematian Lula Lahfah: Permohonan Keluarga dan Tindakan Polisi
Penyelidikan terkait meninggalnya konten kreator Lula Lahfah di Jakarta Selatan terus berlangsung setelah pemeriksaan awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Meskipun banyak spekulasi mengenai penyebab kematiannya, belum ada indikasi kekerasan yang ditemukan.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Pihak kepolisian mengimbau publik untuk bersabar menunggu hasil resmi, sembari menanggapi permohonan keluarga yang meminta agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah mendiang.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, memberikan penegasan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan yang terlihat pada jenazah Lula Lahfah. Ia mengkonfirmasi kepada awak media, "Tidak ada tanda kekerasan," terkait penyelidikan yang tengah berjalan.
Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi yang intens dengan rumah sakit untuk memastikan langkah-langkah penyelidikan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini sangat penting agar proses penyelidikan dapat dilakukan dengan maksimal.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Keluarga Lula Lahfah telah mengajukan permohonan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazahnya. Pengacara yang mewakili keluarga mengungkapkan, "Dari keluarga ada permohonan untuk tidak diotopsi," menegaskan keinginan mereka untuk menghormati mendiang tanpa tindakan lanjutan.
Permintaan ini mencerminkan sikap keluarga yang ingin menghormati kepergian Lula dengan cara yang mereka anggap tepat, meskipun keputusan akhir mengenai autopsi tetap berada di tangan pihak kepolisian.
Jenazah Lula Lahfah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate, Jakarta Timur, pada 24 Januari 2026. Proses pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh keluarga serta kerabat dekat.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi yang ada saat kejadian, termasuk asisten rumah tangga dan asisten pribadi mendiang. Pihak kepolisian berharap dapat memperjelas situasi dan mendapatkan informasi yang akurat dalam penyelidikan ini.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: