BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 20:08 WIB

Terlalu Sibuk: Ketika Produktivitas Menjadi Racun bagi Kesehatan

Terlalu Sibuk: Ketika Produktivitas Menjadi Racun bagi KesehatanTerlalu Sibuk: Ketika Produktivitas Menjadi Racun bagi Kesehatan

Fenomena 'toxic productivity' kini semakin terlihat di berbagai kalangan masyarakat. Banyak individu yang terjebak dalam perlombaan produktivitas yang justru membahayakan kesehatan mental dan fisik mereka.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Di tengah persaingan yang kian ketat, tekanan untuk terus bekerja tanpa henti tidak jarang berujung pada stres yang berlebihan. Situasi ini memicu perlunya evaluasi mendalam mengenai persepsi kita terhadap kerja dan kesehatan.

Definisi dan Keterangan Toxic Productivity

Toxic productivity adalah keadaan di mana seseorang merasa tertekan untuk terus bekerja, bahkan saat merasa lelah. Laporan dari HealthLine menunjukkan bahwa sekitar 87% pekerja merasa perlu untuk terus produktif meskipun keadaan emosional dan fisik mereka tidak mendukung.

Perasaan tidak puas jika tidak selalu produktif menjadi ciri khas dari fenomena ini. Seringkali, individu mengorbankan waktu bersosialisasi dan istirahat demi menyelesaikan pekerjaan.

Akibatnya, pendekatan ini menciptakan siklus yang berujung pada stres dan kecemasan yang berkepanjangan.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dampak Negatif Terhadap Kesehatan

Efek dari toxic productivity bisa sangat merusak baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian mengindikasikan bahwa individu yang terperangkap dalam pola ini lebih rentan terhadap stres, kecemasan, dan depresi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa stres kerja yang berlebihan berkaitan dengan siklus produktivitas yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, dari gangguan tidur hingga penyakit jantung.

Di samping masalah kesehatan fisik, kurangnya waktu untuk diri sendiri dapat berkontribusi pada hubungan interpersonal yang semakin renggang. Orang-orang yang selalu fokus pada pekerjaan cenderung mengalami isolasi sosial.

Cara Mengatasi Toxic Productivity

Menghadapi toxic productivity memerlukan kesadaran diri dan perubahan pola pikir. Langkah pertama yang dapat diambil adalah menetapkan batasan waktu kerja dan memprioritaskan jam istirahat yang berkualitas.

Dalam bukunya 'The Art of Rest', Claudia Hammond menekankan pentingnya menemukan keseimbangan dalam rutinitas harian. Memasukkan kegiatan relaksasi dan hobi dapat membantu individu memulihkan energi serta mendapatkan kembali fokus hariannya.

Selain itu, membangun jaringan dukungan sosial dari teman, keluarga, dan rekan kerja juga sangat dianjurkan. Diskusi mengenai tekanan kerja dapat memperkecil perasaan kesepian serta meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Terlalu Sibuk: Ketika Produktivitas Menjadi Racun bagi Kesehatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!