BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 20:02 WIB

Longsor Menghancurkan Desa Pasirlangu, Gubernur Soroti Pentingnya Vegetasi

Longsor Menghancurkan Desa Pasirlangu, Gubernur Soroti Pentingnya VegetasiLongsor Menghancurkan Desa Pasirlangu, Gubernur Soroti Pentingnya Vegetasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan keprihatinannya atas longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Cisarua, yang merusak 30 unit rumah dan berdampak pada 113 jiwa dari 34 kepala keluarga.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Longsor ini diduga sebagai dampak dari alih fungsi lahan yang seharusnya mempertahankan vegetasi untuk mencegah bencana serupa.

Dampak Longsor dan Penyebabnya

Longsor yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, menyapu kawasan di Desa Pasirlangu dengan dampak yang parah terhadap infrastruktur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan bahwa bencana tersebut merusak 30 unit rumah dan lahan pertanian.

Dedi Mulyadi menegaskan, 'Bisa dilihat, ini daerah kemiringan yang seharusnya ini daerah hutan rimbun berubah menjadi perkebunan sayuran dan pakai plastik.' Pernyataan ini menunjukkan bahwa alih fungsi lahan berperan besar dalam meningkatkan risiko longsor.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan

Pentingnya Vegetasi dalam Konservasi Lahan

Gubernur mendesak agar kawasan di kaki Gunung Burangrang ditanami vegetasi lebat demi mencegah longsor. Dia menegaskan, 'Sebagian besar lahan yang sudah beralih fungsi ke perkebunan sayur menimbulkan masalah resapan air yang tidak berfungsi secara optimal.'

Dedi juga menjelaskan bahwa tanah yang subur di sekitar lokasi longsor membuat tanah lebih rentan terhadap longsor, dengan pernyataan, 'Kalau lihat ini saya sudah bisa menebak (apa penyebabnya). Tanahnya subur jadi mudah lepas.'

Inisiatif Pemulihan oleh Pemprov Jabar

Sebagai langkah tindak lanjut, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Pemprov Jabar akan segera menata ulang daerah rawan bencana. 'Kami ingin daerah-daerah yang rawan ini direlokasi saja. Fungsi-fungsi alam dikembalikan,' ujarnya.

Dia juga memperingatkan bahwa tata ruang yang tidak sesuai telah berkontribusi pada banyaknya bencana alam. 'Kita sudah salah dari awalnya. Daerah-daerah seperti ini tidak layak menjadi kebun sayur. Layaknya jadi hutan bambu,' tambahnya.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Longsor Menghancurkan Desa Pasirlangu, Gubernur Soroti Pentingnya Vegetasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!