BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 23 JANUARI 2026 • 19:36 WIB

Iran Menilai Kembalinya Reza Pahlavi Sebagai Sebuah LeLucon

Iran Menilai Kembalinya Reza Pahlavi Sebagai Sebuah LeLuconIran Menilai Kembalinya Reza Pahlavi Sebagai Sebuah LeLucon

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengomentari keinginan Reza Pahlavi untuk kembali ke Teheran dengan menilai rencana itu sebagai sebuah 'lelucon'.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Pendapat Boroujerdi mencerminkan pandangan bahwa rencana tersebut tidak mencerminkan kehendak rakyat Iran dan dianggap kurang realistis.

Tanggapan Terhadap Kembali Reza Pahlavi

Dalam konferensi pers pada Kamis (22/1), Duta Besar Boroujerdi menyatakan bahwa tidak ada keinginan dari masyarakat Iran untuk kembali ke masa sebelum revolusi Islam tahun 1979.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun ada ketidakpuasan terhadap pemerintahan saat ini, tidak ada yang ingin dipimpin oleh keturunan Shah.

"Ini cuma lelucon. Beliau ini 47 tahun berada di luar Iran dan menggunakan uang hasil mencuri dari rakyat Iran untuk tinggal di luar negeri," ungkap Boroujerdi, menunjukkan skeptisisme rakyat Iran terhadap rencana Pahlavi.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Latar Belakang Reza Pahlavi

Reza Pahlavi adalah putra mahkota terakhir dari Kerajaan Iran dan kini tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, setelah meninggalkan Iran pada tahun 1978.

Sejak itu, Pahlavi menjadi simbol bagi segelintir rakyat yang mendambakan kembali monarki, dengan aksi demonstrasi di Iran mengangkat namanya.

Namun, Boroujerdi menyebut bahwa kehadiran Pahlavi dalam demonstrasi tersebut dianggap sebagai manipulasi politik oleh berbagai negara Barat.

Analisis terhadap Dukungan Publik

Boroujerdi mencatat bahwa Reza Pahlavi tidak memiliki dukungan yang signifikan di dalam negeri dan mayoritas rakyat tidak mempercayainya.

"Jika Anda bertanya kepada masyarakat Iran, bahkan kepada mereka yang tidak setuju dengan pemerintah Iran saat ini, mereka tidak percaya dan tidak mengharapkan adanya beliau (Pahlavi) ini," kata Boroujerdi.

Dia juga menyatakan bahwa demonstrasi belakangan ini disusupi oleh pihak asing, menuduh Israel dan Amerika Serikat terlibat dalam menciptakan kerusuhan untuk tujuan tertentu.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Iran Menilai Kembalinya Reza Pahlavi Sebagai Sebuah LeLucon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!