Pintu Air 10 Sungai Cisadane Masuk Status Siaga 3, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
Bunyi sirine di Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang, menandakan bahwa daerah tersebut telah memasuki status Siaga 3. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengonfirmasi bahwa pengaktifan sirine adalah bagian dari prosedur operasional standar ketika terjadi kenaikan debit air.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
BPBD saat ini tengah melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi tetap terkendali. Sirine berfungsi untuk mengingatkan masyarakat tentang potensi banjir yang mungkin terjadi.
Mahdiar, perwakilan BPBD Kota Tangerang, menjelaskan bahwa sirine berbunyi sebagai tanda adanya kenaikan debit air. 'Itu merupakan SOP yang menandakan adanya debit air yang naik,' ujarnya.
Pengaktifan sirine dilakukan sesuai tahapan SOP untuk mengingatkan masyarakat mengenai potensi banjir. Hal ini penting untuk memberikan sinyal awal agar masyarakat dapat bersiap-siap.
Meski bunyi sirine ini bukan indikasi keadaan darurat serius, tetapi lebih sebagai peringatan kesiapsiagaan. Warga diharapkan tidak panik, namun tetap waspada.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Mahdiar menambahkan, hingga saat ini Pintu Air 10 telah dibuka sebanyak tiga pintu untuk mengendalikan aliran air. Ini dilakukan sebagai tindakan proaktif mengingat potensi kenaikan debit dari daerah hulu.
'Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan,' imbuhnya.
BPBD juga telah mengerahkan relawan dan petugas untuk memantau dan melakukan evakuasi warga di daerah rawan banjir, memastikan kesiapsiagaan di lapangan.
Cuaca yang berpotensi hujan tinggi menjadi perhatian utama BPBD. Mahdiar menekankan pentingnya kesigapan dalam menghadapi kemungkinan banjir, khususnya di wilayah hilir.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk selalu mengandalkan informasi resmi sebagai sumber informasi yang terpercaya. Kesadaran akan potensi bencana merupakan langkah awal untuk mitigasi risiko.
'Kami akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat,' pungkas Mahdiar.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: