BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 20 JANUARI 2026 • 17:50 WIB

Mengapa Seringkali Terdapat Kesulitan untuk Menjadi Diri Sendiri di Publik?

Mengapa Seringkali Terdapat Kesulitan untuk Menjadi Diri Sendiri di Publik?Mengapa Seringkali Terdapat Kesulitan untuk Menjadi Diri Sendiri di Publik?

Di dunia yang semakin modern dan terhubung, banyak individu merasa tertekan untuk tampil sesuai dengan berbagai harapan masyarakat di depan umum.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Hal ini seringkali bertentangan dengan keinginan mereka untuk menjadi diri sendiri, menciptakan kesenjangan antara persona di media sosial dan realitas kehidupan sehari-hari.

Tekanan Sosial yang Menghimpit

Media sosial saat ini sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku dan ekspektasi individu. Banyak orang merasa perlu untuk memenuhi standar yang kadang kala tidak realistis, demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan.

Sebagai contoh, orang tua seringkali memiliki harapan yang tinggi pada anak-anak mereka untuk menunjukkan prestasi besar, yang dapat membebani psikologis mereka. Ketidakmampuan memenuhi tuntutan ini sering membuat individu merasa tidak berharga.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan

Budaya dan Norma yang Mengikat

Budaya di Indonesia berperan penting dalam mendukung norma-norma tertentu, yang bisa membuat individu merasa terjebak dalam batas-batas ekspektasi. Misalnya, ada anggapan bahwa seseorang harus menunjukkan kesopanan dan mengikuti tradisi di hadapan orang lain.

Ketika keinginan untuk mengekspresikan diri dengan cara yang berbeda timbul, penilaian negatif dari lingkungan bisa membuat seseorang memilih untuk menyembunyikan identitas aslinya. Ini sering kali dilakukan demi menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Dampak Psikologis yang Dirasakan

Perasaan cemas dan tidak nyaman saat berinteraksi di depan umum merupakan pengalaman yang umum terjadi. Dalam sebuah wawancara, seorang psikolog menyatakan, 'Mungkin kita takut orang lain menilai kita, atau mungkin kita merasa tidak cukup baik.'

Jika individu terus-menerus berusaha menyesuaikan diri dengan ekspektasi orang lain, kondisi ini dapat menyebabkan stres berkepanjangan bahkan hingga depresi. Ini menandakan pentingnya mendukung individu untuk menemukan dan menjadi diri mereka yang sebenarnya.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Seringkali Terdapat Kesulitan untuk Menjadi Diri Sendiri di Publik?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!