BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 20 JANUARI 2026 • 17:25 WIB

Kebiasaan Harian Minum Boba yang Berisiko bagi Kesehatan Ginjal

Kebiasaan Harian Minum Boba yang Berisiko bagi Kesehatan GinjalKebiasaan Harian Minum Boba yang Berisiko bagi Kesehatan Ginjal

Seorang wanita berusia 26 tahun di Taiwan mengalami kerusakan ginjal parah akibat kebiasaannya mengonsumsi boba tea setiap hari.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kadar racun dalam darahnya tinggi setelah ia dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis.

Kondisi Kesehatan yang Mengkhawatirkan

Kasus ini dimulai ketika Xiao Han, seorang pekerja kantoran, dilarikan ke rumah sakit pada Januari 2026 karena kesulitan bernapas. Pemeriksaan menunjukkan bahwa paru-parunya dipenuhi cairan akibat kerusakan ginjal parah.

Dokter menemukan bahwa kadar racun dalam darahnya telah mencapai level berbahaya, sehingga tim medis melakukan intubasi darurat dan dialisis sebagai langkah penyelamatan.

Ahli nefrologi di Taipei, Hong Yongxiang, mengatakan bahwa Xiao Han sudah merasakan gejala selama enam bulan, tetapi mengabaikannya karena alasan lelah bekerja. Ia mengalami pembengkakan wajah yang dianggapnya sebagai stres kerja.

Namun, kondisi ini semakin parah hingga terdiagnosis serius, mengandalkan pemantauan kesehatan yang kurang optimal.

Penyebab Kerusakan Ginjal

Pemeriksaan mendalami menunjukkan bahwa Xiao Han menderita proteinuria dan glomerulonefritis kronis yang tidak diobati. Pola makan yang buruk teridentifikasi sebagai penyebab utama kerusakan fungsinya.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Dokter Hong menjelaskan, "Konsumsi minuman manis setiap hari, dikombinasikan dengan pola tidur yang tidak teratur dan kebiasaan buruk lainnya, menjadi penentu yang mempercepat kerusakan ginjalnya."

Kebiasaan mengonsumsi boba tea, yang mengandung sirup fruktosa tinggi, dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal jika konsumsi berlebihan. Fruktosa dapat menyebabkan peningkatan produksi asam urat serta peradangan di ginjal.

Ahli medis juga memperingatkan dampak negatif dari konsumsi gula berlebih yang dapat mengarah pada masalah serius seperti obesitas dan diabetes.

Peringatan untuk Masyarakat

Dokter Hong menganggap budaya konsumsi bubble tea yang berkembang pesat sebagai ancaman untuk kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa penyakit ginjal sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Gejala baru akan muncul ketika lebih dari 70 persen fungsi ginjal hilang, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kebiasaan Harian Minum Boba yang Berisiko bagi Kesehatan Ginjal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!