Menggali Fenomena Perasaan 'Nggak Enakan' di Masyarakat Kita
Di tengah interaksi sosial yang padat, muncul fenomena 'nggak enakan' yang sering mengganggu kenyamanan individu.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Perasaan ini mencerminkan norma sosial yang kuat di Indonesia, membuat banyak orang sulit menolak permintaan yang tidak diinginkan.
Istilah 'nggak enakan' menggambarkan perasaan tidak nyaman ketika diminta oleh orang lain, terutama dalam situasi sosial.
Situasi ini sering membuat individu merasa tertekan untuk memenuhi permintaan, meskipun itu bertentangan dengan keinginan mereka.
Keberadaan tekanan ini bisa muncul di berbagai konteks, seperti undangan acara atau permintaan dari teman.
Tokoh masyarakat pun sering menyoroti bahwa norma sosial yang kental di Indonesia berkontribusi pada perasaan ini.
Perasaan 'nggak enakan' berdampak pada kesehatan mental individu dan hubungan sosial yang lebih luas.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Seseorang yang selalu mengedepankan kebutuhan orang lain dapat mengalami stres dan kelelahan mental.
Selain itu, ada juga penurunan kepercayaan diri yang dialami individu, menganggap bahwa pendapat mereka tidak penting.
Hal ini bisa menghambat pengembangan diri dan mendorong mereka untuk tetap berada di zona nyaman yang tidak sehat.
Ada beberapa strategi untuk mengatasi perasaan 'nggak enakan' yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya adalah belajar berbicara dengan tegas dan sopan saat menolak permintaan yang tidak sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: