BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 19 JANUARI 2026 • 14:25 WIB

Huawei Dominasi Pasar Smartphone China di 2025 Setelah Masa Sulit

Huawei Dominasi Pasar Smartphone China di 2025 Setelah Masa SulitHuawei Dominasi Pasar Smartphone China di 2025 Setelah Masa Sulit

Huawei berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar smartphone di China pada tahun 2025, merebut pangsa pasar sebesar 16,4 persen dengan pengiriman mencapai 46,7 juta unit.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Keberhasilan ini menandakan kebangkitan kembali perusahaan setelah lima tahun mengalami tekanan akibat sanksi dari pemerintah AS.

Kepemimpinan Pasar di Tahun 2025

Data terbaru dari International Data Corporation (IDC) mengungkapkan bahwa Huawei berhasil melampaui Apple yang hanya mengantongi pangsa pasar sebesar 16,2 persen, dengan selisih tipis 0,2 poin.

Pada kuartal IV-2025, Apple sempat mencatatkan pangsa pasar tertinggi di angka 21 persen, didorong oleh permintaan tinggi untuk iPhone 17. Namun, untuk keseluruhan tahun, Huawei kembali memegang kendali pasar.

Persaingan ketat juga ditunjukkan oleh Vivo, Xiaomi, dan Oppo, yang masing-masing mengirimkan 46,1 juta, 43,8 juta, dan 43,4 juta unit.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Strategi Sukses Huawei

Kebangkitan Huawei tidak lepas dari berbagai strategi jangka panjang yang telah diimplementasikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan penuh terhadap jaringan 5G, penggunaan chip Kirin yang diproduksi sendiri, serta fokus pada produk premium seperti Mate dan Pura, menjadi pendorong utama kinerja Huawei.

IDC menyatakan, "Huawei dan Apple sama-sama menunjukkan bahwa kekuatan merek premium menjadi faktor kunci keberhasilan dalam jangka panjang, terutama di tengah kondisi biaya produksi yang terus meningkat."

Tantangan Dalam Pasar Smartphone

Meskipun sukses memimpin pasar, kondisi keseluruhan pasar smartphone di China masih menyisakan tantangan, dengan total pengiriman turun 0,6 persen menjadi sekitar 285 juta unit.

Kenaikan harga chip memori dan biaya produksi membuat banyak merek smartphone terpaksa menaikkan harga atau menunda peluncuran produk baru, yang pada gilirannya mengurangi minat konsumen untuk membeli.

Analis memperingatkan bahwa 2026 bisa menjadi tahun yang lebih sulit, seiring dengan perlambatan siklus penggantian ponsel dan meningkatnya biaya komponen.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Huawei Dominasi Pasar Smartphone China di 2025 Setelah Masa Sulit

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!