BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 19 JANUARI 2026 • 11:30 WIB

Pelantikan Noe Letto dan Frank Hutapea sebagai Tenaga Ahli DPN: Fokus pada Meritokrasi

Pelantikan Noe Letto dan Frank Hutapea sebagai Tenaga Ahli DPN: Fokus pada MeritokrasiPelantikan Noe Letto dan Frank Hutapea sebagai Tenaga Ahli DPN: Fokus pada Meritokrasi

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia baru saja melantik Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto dan Frank Alexander Hutapea sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Pelantikan ini dinyatakan tidak berkaitan dengan latar belakang keluarga dan lebih ditujukan untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pengisian tenaga ahli ini merupakan langkah untuk memastikan kontribusi berkualitas melalui perspektif sosial, budaya, dan komunikasi strategis. Hal ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang relevan dalam mendukung tugas DPN.

Menegaskan Landasan Meritokrasi

Pelantikan Noe Letto dan Frank Hutapea bertujuan untuk menegaskan bahwa pengisian jabatan strategis harus berbasis pada meritokrasi. Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa proses seleksi tenaga ahli ini tidak memperhatikan faktor non-institusional, dan lebih pada kemampuan serta keahlian individu.

Dengan latar belakang yang berbeda, keduanya diharapkan dapat memberikan masukan yang berarti berdasarkan disiplin ilmu dan pengalaman mereka. Rico menekankan, 'Keputusan tetap berada dalam koridor kelembagaan dan kepentingan strategis pertahanan negara.'

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Tugas dan Kontribusi Tenaga Ahli

Setelah dilantik, Noe Letto dan Frank Hutapea diharapkan akan memberikan rekomendasi untuk DPN sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Rico menjelaskan bahwa Noe Letto akan fokus pada pemikiran strategis yang mencakup perspektif sosial dan budaya.

Keduanya akan berperan aktif dalam menyusun kajian dan rekomendasi yang responsif terhadap perubahan dinamika strategis. 'Tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional,' tambah Rico.

Peran Dewan Pertahanan Nasional

Dewan Pertahanan Nasional merupakan lembaga nonstruktural yang memiliki tugas memberikan pertimbangan dan solusi kebijakan strategis di bidang pertahanan. Menurut Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024, DPN harus menentukan kebijakan berkaitan dengan kedaulatan negara dan keselamatan bangsa.

DPN bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan terpadu dan menggandeng berbagai kementerian dan lembaga dalam pelaksanaannya. Lembaga ini berupaya menjadi 'think tank' yang berkontribusi dalam merumuskan arah kebijakan pertahanan nasional yang mandiri dan relevan.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pelantikan Noe Letto dan Frank Hutapea sebagai Tenaga Ahli DPN: Fokus pada Meritokrasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!