BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 16 JANUARI 2026 • 13:20 WIB

Rehabilitasi Lahan Pertanian Pasca Bencana di Sumatera Dimulai

Rehabilitasi Lahan Pertanian Pasca Bencana di Sumatera DimulaiRehabilitasi Lahan Pertanian Pasca Bencana di Sumatera Dimulai

Kementerian Pertanian telah resmi meluncurkan program rehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana di Sumatera dengan puncak acara groundbreaking oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Lhokseumawe, Aceh.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Program ini mencakup pemulihan lahan, jaringan irigasi, serta sarana pertanian untuk mendukung petani yang terkena dampak agar bisa kembali berproduksi.

Tindakan Cepat Kementan Setelah Bencana

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemulihan sektor pertanian pascabencana adalah tanggung jawab negara. "Ini tanggung jawab kami sebagai Menteri Pertanian dan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional," ujarnya saat meninjau lokasi.

Sejak bencana melanda pada akhir November 2025, Kementan telah cepat bertindak dengan melakukan penanganan darurat. Amran menekankan, "Begitu kedengaran ada bencana, kami langsung ke Kementerian Pertanian."

Gerakan solidaritas dari pegawai dan mitra Kementan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp75 miliar untuk membantu wilayah terdampak, termasuk dukungan dari Komisi IV DPR. Selain itu, bantuan pangan turut disalurkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Luas Kerusakan Lahan dan Rencana Rehabilitasi

Amran menjelaskan bahwa total kerusakan lahan sawah akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 98.002 hektare, dengan Aceh mencatat kerusakan terluas sebanyak 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten/kota.

Data menunjukkan bahwa kerusakan dengan kriteria ringan hingga sedang yang tercatat mencapai 69.240 hektare, di mana kerusakan ringan dan sedang terjadi di berbagai wilayah. Misalnya, di Kabupaten Aceh Utara, kerusakan tercatat seluas 8.237 hektare.

Kementan menempatkan prioritas pada rehabilitasi lahan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, dengan rencana pengerjaan dijadwalkan pada Januari hingga Februari 2026. Di Aceh, target rehabilitasi ditetapkan mencapai 6.530 hektare.

Pendanaan dan Dukungan untuk Proses Rehabilitasi

Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, mengungkapkan bahwa Kementan telah menyiapkan alokasi anggaran untuk rehabilitasi lahan sawah nasional seluas 10.000 hektare dengan nilai Rp148,53 miliar. Anggaran ini diprioritaskan untuk menangani lahan yang mengalami kerusakan sedang.

Ada pula alokasi anggaran optimasi lahan sebesar Rp310 miliar untuk rehabilitasi lahan dengan tingkat kerusakan ringan. Kegiatan ini mencakup perapihan pematang dan perbaikan bangunan irigasi.

Menteri Amran juga menekankan bahwa semua bantuan yang dijanjikan telah direalisasikan, termasuk pengiriman sarana produksi pertanian. Dengan upaya ini, diharapkan petani bisa segera melanjutkan aktivitas produktif mereka.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Rehabilitasi Lahan Pertanian Pasca Bencana di Sumatera Dimulai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!