BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 14 JANUARI 2026 • 13:07 WIB

Banjir Parah di Kudus, 48 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Parah di Kudus, 48 Ribu Warga Terpaksa MengungsiBanjir Parah di Kudus, 48 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi

Cuaca ekstrim yang melanda Kudus, Jawa Tengah, mengakibatkan banjir luas yang mempengaruhi puluhan ribu orang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat bahwa 48.193 jiwa terdampak dari 15.237 Kepala Keluarga yang tersebar di enam kecamatan.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyatakan bahwa banjir telah melanda 25 desa sejak Senin (12/1/2026). Akibat fenomena ini, banyak warga terpaksa mencari tempat aman dari genangan air.

Wilayah yang Terdampak Banjir

Sebanyak 25 desa di Kudus mengalami banjir, dengan Kecamatan Mejobo menjadi yang terparah. Eko merinci, ada 10 desa terendam di Mejobo, kemudian diikuti Kecamatan Jekulo dengan lima desa, Kecamatan Jati empat desa, Kaliwungu tiga desa, dan masing-masing dua desa di Undaan dan satu di Bae.

Tingginya curah hujan yang terjadi awal pekan lalu menyebabkan peningkatan debit air yang signifikan, sehingga banyak rumah terendam. Keluarga-keluarga yang tinggal di area tersebut saat ini harus mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman demi keselamatan mereka.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Data Pengungsian dan Penanganan

Hingga Rabu, 14 Januari 2026, telah tercatat 164 jiwa yang mengungsi dari rumah mereka, terdiri dari 118 perempuan dan 46 laki-laki. Mereka kini dipindahkan ke lokasi pengungsian seperti TPQ Khurriyatul Fikri di Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan.

Untuk memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi, pemerintah daerah setempat telah membentuk dapur umum di tujuh lokasi strategis. Beberapa di antaranya adalah Kantor PMI Kudus dan balai desa yang tersebar di berbagai titik.

Dampak Banjir pada Infrastruktur

Banjir ini tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga mengganggu akses infrastruktur penting. Jalan Lingkar Kudus-Pati dan beberapa jembatan seperti Jembatan Ngembalrejo dan Jembatan Bukduwur Tenggeles terendam, menyebabkan kemacetan yang signifikan.

Di samping itu, ancaman lain seperti tanah longsor dan pohon tumbang juga muncul. Eko menyebutkan, longsor telah terdeteksi di 132 lokasi di beberapa kecamatan, menambah beban bagi warga yang sudah terpengaruh oleh banjir.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Banjir Parah di Kudus, 48 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!