3.642 Penduduk Desa Tempur Terisolasi Usai Longsor, Akses Jalan Putus
Desa Tempur di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, kini menghadapi situasi darurat setelah bencana tanah longsor mengisolasi 3.642 warganya. Dari 1.346 kepala keluarga yang terkena dampak, akses jalan utama mereka terputus total.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Sekretaris Desa Tempur, Mahfud Aly, menyatakan bahwa satu-satunya jalur yang tersisa hanya bisa dilalui sepeda motor, itupun sangat berisiko. Sementara itu, pemadaman listrik juga melanda daerah ini, menambah kesulitan bagi warga.
Banjir dan longsor di Desa Tempur menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Dua tiang listrik report, sementara satu tiang lainnya patah di ruas jalan Tempur-Duplak, sehingga memicu pemadaman listrik di sebagian wilayah desa.
Dengan tingkat kerusakan ini, warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan mendesak seperti obat-obatan, BBM, dan gas elpiji. Stok bahan pokok pun menipis, membuat banyak warga mengandalkan bantuan dari relawan.
Sejumlah rumah juga mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor; satu rumah dilaporkan rusak total. Penanganan dampak bencana seperti ini menjadi prioritas, dengan fokus pada pembukaan akses dan pembersihan material longsor.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa timnya tengah bekerja keras untuk membuka kembali akses yang terputus. Tiga unit alat berat direncanakan untuk dikirimkan, meskipun kesulitan datang dari arus Sungai Gelis yang deras.
BPBD juga menyiapkan alternatif teknis seperti pengalihan aliran sungai dan pembuatan badan jalan baru sekitar 4,5 meter. Ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses kendaraan ke Desa Tempur.
Dampak terhadap sektor pertanian tak kalah signifikan. Puluhan hektar sawah dilaporkan hanyut terbawa banjir, sementara ratusan hektar lainnya terendam, dan proses pendataan kerugian terus berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan bahwa stok logistik pangan di daerah ini aman untuk sepuluh hari ke depan. Dengan koordinasi berbagai instansi, mereka berkomitmen untuk segera memulihkan layanan dasar bagi warga Desa Tempur.
Meski akses masih terputus, relawan berusaha sekuat tenaga untuk membawa logistik ke posko-posko yang dibutuhkan. Penanganan bencana menunjukkan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi dampak berkelanjutan dari bencana seperti ini.
Dengan berbagai usaha yang tengah dilakukan, diharapkan warga Desa Tempur dapat segera memperoleh akses yang mereka butuhkan dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: