BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 13 JANUARI 2026 • 11:29 WIB

Tantangan Pekerjaan Bagi Generasi Z di 2026: Antara Pandemi dan Keterampilan

Tantangan Pekerjaan Bagi Generasi Z di 2026: Antara Pandemi dan KeterampilanTantangan Pekerjaan Bagi Generasi Z di 2026: Antara Pandemi dan Keterampilan

Generasi Z dihadapkan pada berbagai tantangan saat mencari pekerjaan di tahun 2026, terutama sebagai akibat dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Banyak dari mereka yang mengalami kehilangan pengalaman penting dan keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Fenomena NEET, yang mencakup hampir satu juta orang berusia 16 hingga 24 tahun yang tidak terlibat dalam pendidikan atau pekerjaan, semakin menjadi perhatian. Hal ini memunculkan pertanyaan besar tentang kesiapan generasi ini untuk bersaing di pasar kerja yang semakin ketat.

Dampak Pandemi dan Kesenjangan Keterampilan

Pandemi Covid-19 telah merubah banyak aspek kehidupan, termasuk kesempatan pendidikan dan dunia kerja. Laporan dari Office for National Statistics mencatat kesulitan yang dihadapi generasi muda dalam mendapatkan pekerjaan pertamanya.

Julie Leonard, Chief Impact Officer di Shaw Trust, berkomentar, 'Pembelajaran daring dan keterbatasan interaksi selama lockdown 2020 menciptakan kesenjangan sosial bagi Generasi Z.' Hal ini sangat dirasakan oleh individu berusia 20 hingga 24 tahun, yang kehilangan kesempatan penting untuk berinteraksi dan memperoleh soft skills.

Leonard juga menekankan bahwa banyak anak muda yang melewatkan peluang untuk mengasah etiket di tempat kerja, seperti 'komunikasi dan kolaborasi'. Khasilan ini berpotensi mempersulit mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang semakin beragam.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Kesiapan Mental dan Pelatihan di Tempat Kerja

KPMG dan PwC menemukan bahwa pekerja muda seringkali mengalami kekurangan keterampilan yang vital untuk kesuksesan di tempat kerja. Dalam respon terhadap ini, PwC mulai menawarkan pelatihan mengenai resiliensi dan keterampilan interpersonal mulai 2025.

Leonard menjelaskan, 'Banyak orang muda yang kehilangan tahun-tahun penting di bangku pendidikan tatap muka, sehingga mereka tidak siap untuk memasuki pasar kerja yang telah berubah drastis.' Pentingnya pendekatan baru dalam pelatihan segera dirasakan.

Perusahaan yang aktif dalam melatih keterampilan ini diharapkan dapat menyediakan generasi muda dengan keunggulan kompetitif saat memasuki dunia kerja yang dinamis.

Strategi Menghadapi Pasar Kerja

Leonard merekomendasikan generasi muda untuk kembali pada metode tradisional dalam mencari pekerjaan. Ia menyebutkan, 'Buat CV, datangi langsung toko-toko, ajak bicara manajer,' menekankan pentingnya interaksi langsung.

Menurutnya, usaha kecil dan menengah adalah area yang ideal bagi pencari kerja untuk mengembangkan resiliensi dan kepercayaan diri. 'Inilah jenis pekerjaan yang kami lakukan: membimbing, membangun resiliensi, dan membangun kepercayaan diri agar mereka berani melangkah,' tambahnya.

Pendekatan ini mendorong generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada pengiriman CV yang mungkin terabaikan oleh sistem otomatis, tetapi lebih aktif dalam mencari peluang.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tantangan Pekerjaan Bagi Generasi Z di 2026: Antara Pandemi dan Keterampilan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!