BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 11 JANUARI 2026 • 17:10 WIB

Pemerintah Inggris Blokir Aplikasi Grok AI, Elon Musk Menanggapi

Pemerintah Inggris Blokir Aplikasi Grok AI, Elon Musk MenanggapiPemerintah Inggris Blokir Aplikasi Grok AI, Elon Musk Menanggapi

Aplikasi Grok, yang dikembangkan oleh Elon Musk, kini resmi diblokir oleh pemerintah Inggris. Langkah ini diambil karena kekhawatiran aplikasi tersebut dapat digunakan untuk membuat konten eksploitif yang menyasar perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Respons Musk cukup mengejutkan, dia menuduh pemerintah berusaha mengekang kebebasan berbicara, terutama setelah adanya ancaman sanksi terhadap platform sosialnya, X.

Kekhawatiran Mengenai Konten Berbahaya

Grok AI menjadi sorotan tajam karena kemampuannya menghasilkan gambar yang bersifat eksploitasi. Beberapa pengguna memanfaatkan teknologi ini untuk mengedit foto-foto perempuan dan anak-anak agar tampak mengenakan pakaian yang tidak pantas.

Elon Musk mengklaim bahwa Grok berhasil menjadi aplikasi paling banyak diunduh di App Store Inggris, tetapi prestasi ini diwarnai kekhawatiran akan dampak negatif dari penggunaan aplikasinya.

Para ahli menegaskan bahwa banyak dari konten yang dihasilkan Grok dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual anak. Hal ini membuka diskusi penting tentang tanggung jawab teknologi AI dalam masyarakat.

Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia

Respon Pemerintah Inggris dan Australia

Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan langkah tegas terhadap X jika tidak ada tindakan konkret yang diambil. "X perlu mengendalikan situasi dan menghapus materi ini," Ujarnya tegas.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, juga mengemukakan keprihatinan yang sama atas penyalahgunaan AI generatif. "Penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk mengeksploitasi orang tanpa persetujuan mereka adalah hal yang menjijikkan," tambahnya.

Reaksi dua pemerintah ini menyoroti pentingnya penanganan masalah serius yang ditimbulkan dari teknologi AI dan komitmen mereka untuk melindungi masyarakat.

Kontroversi Kebebasan Berbicara

Di tengah perdebatan ini, beberapa politisi, termasuk mantan perdana menteri Liz Truss, berusaha mengaitkan isu ini dengan kebebasan berbicara. "Starmer benar-benar telah kehilangan akal sehatnya," ungkapnya merespons rencana larangan akses ke X.

Meskipun X telah membatasi beberapa fitur Grok, aplikasi tersebut tetap tersedia untuk penggunaan privat, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang efektifitas langkah-langkah tersebut.

Jess Asato, anggota parlemen dari Partai Buruh, menyarankan perlunya undang-undang yang lebih ketat untuk menangani masalah pelecehan seksual ini secara lebih efektif.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemerintah Inggris Blokir Aplikasi Grok AI, Elon Musk Menanggapi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!