Di Tengah Serangan AI, Gen Z Disarankan Beralih ke Profesi Praktis
Pendidikan tinggi yang dulunya dianggap sebagai jalan utama menuju karier kini mulai dipertanyakan relevansinya. Di tengah kemajuan teknologi, CEO Randstad, Sander van't Noordende, menekankan pentingnya generasi muda mempertimbangkan pilihan karier yang lebih praktis.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Van't Noordende mendorong para lulusan Gen Z untuk mengeksplorasi profesi seperti sopir truk dan barista, saat peluang kerja tradisional semakin menyusut akibat dampak kecerdasan buatan.
Jumlah lulusan Gen Z yang mencari pekerjaan yang sesuai saat ini semakin meningkat, namun tantangan yang dihadapi sangat signifikan. Disrupsi yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan diprediksi akan mengurangi hampir setengah dari pekerjaan white collar pada tahun 2030.
Studi dari Stanford University menunjukkan bahwa banyak sektor yang sebelumnya stabil kini mengalami ketidakpastian akibat kemajuan teknologi ini. Dikatakan bahwa kecerdasan buatan sekarang sudah menyerupai kemampuan pekerja entry-level, yang membuat lulusan baru terjebak.
Situasi ini menciptakan kekhawatiran di antara generasi muda tentang masa depan karir mereka. Van't Noordende menekankan bahwa pasar kerja untuk posisi tradisional sedang mengalami pembekuan, memaksa lulusan untuk berpikir kreatif dalam memilih karier.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Van't Noordende menyarankan generasi muda untuk mempertimbangkan sektor pekerjaan yang kini tengah mengalami lonjakan permintaan, seperti bartender, barista, dan sopir truk. Ia menegaskan, "Ada permintaan besar untuk tenaga terampil: teknisi mesin, operator mesin, teknisi perawatan, operator forklift, sopir truk, sebut saja," sambil menekankan bahwa gaji di sektor ini juga mengalami peningkatan.
Perubahan tren ini mencerminkan realitas baru di dunia kerja, di mana profesi tradisional yang didasarkan pada pendidikan tinggi tidak lagi menjamin keberlangsungan karier. Dengan memperhatikan perkembangan gaji, terlihat bahwa pekerjaan di sektor jasa seperti barista kini bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan.
Menghadapi kondisi ini, penting bagi generasi muda untuk beradaptasi dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Van't Noordende menyoroti bahwa sektor ini tidak hanya menawarkan peluang karir yang stabil tetapi juga menarik secara finansial.
Van't Noordende menyarankan generasi muda untuk fokus pada pengembangan keterampilan yang dapat mempersiapkan mereka menghadapi pasar kerja yang kompetitif. Menurutnya, saran untuk mengejar passion harus disertai dengan kesadaran akan realitas pasar, "Pelajari sebuah keterampilan, keahlian, atau profesi yang bisa memberi penghidupan layak untukmu dan keluargamu. Itu jauh lebih masuk akal," ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa bagi yang memilih untuk melanjutkan pendidikan formal, bidang STEM tetap menjadi pilihan yang relevan. Proporsi mahasiswa STEM di beberapa negara, seperti China, jauh lebih besar dibandingkan dengan di Amerika Serikat dan Eropa, menunjukkan adanya peluang yang terbuka lebar di bidang ini.
Kesadaran akan pentingnya keterampilan baru seharusnya menjadi prioritas bagi tiap individu. Dengan demikian, mereka bisa bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pasar.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: