BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 15:16 WIB

Keberlanjutan Kepercayaan Santet di Era Digital

Keberlanjutan Kepercayaan Santet di Era DigitalKeberlanjutan Kepercayaan Santet di Era Digital

Di tengah kemajuan teknologi dan informasi, fenomena kepercayaan terhadap santet masih relevan dalam masyarakat Indonesia.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Menarik untuk dicermati mengingat akses informasi yang semakin mudah saat ini.

Tradisi dan Budaya yang Kuat

Budaya dan tradisi Indonesia memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu warisan budaya yang masih kuat adalah kepercayaan terhadap santet yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sangat umum bagi masyarakat untuk mengaitkan pengalaman buruk dengan santet, terutama ketika seseorang mengalami sakit atau kesulitan tanpa penjelasan yang jelas.

Cerita-cerita yang beredar di komunitas dan budaya lokal semakin menguatkan anggapan bahwa santet dapat mempengaruhi kehidupan individu, menciptakan rasa ketidakpastian dan ketakutan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Pengaruh Lingkungan dan Pendidikan

Lingkungan sosial sangat memengaruhi pandangan seseorang terhadap santet. Di daerah dengan tradisi yang kuat, kepercayaan ini masih dianggap hal yang sangat wajar dan normal.

Banyak individu di wilayah tersebut yang tidak memiliki pendidikan memadai, sehingga aspek ilmiah dari berbagai masalah kesehatan sulit dipahami dengan baik.

Di sisi lain, masyarakat yang lebih terdidik cenderung memisahkan antara mitos dan fakta, namun pengaruh tradisi sering kali tetap mendalam, apalagi di saat-saat krisis.

Media dan Penyebaran Misinformasi

Di era digital, informasi tentang santet mudah ditemukan di berbagai platform, baik yang valid maupun tidak. Media sosial seringkali mempublikasikan cerita-cerita sensasional mengenai santet yang menarik perhatian banyak orang.

Kisah-kisah ini sering mendapat respons beragam dari masyarakat, mulai dari rasa ingin tahu hingga ketakutan yang mendalam, sehingga memperkuat kepercayaan ini.

Anehnya, tema mistis dalam film dan acara televisi juga seringkali berkontribusi pada penyebaran kepercayaan ini, membuat narasi santet terkadang sulit dipisahkan dari realitas sehari-hari.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keberlanjutan Kepercayaan Santet di Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!