Venezuela Mengumumkan Masa Berkabung Setelah Serangan Militer AS
Venezuela baru saja mengalami serangan ofensif dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Dalam menanggapi peristiwa tragis ini, pemimpin sementara Delcy Rodriguez mengumumkan masa berkabung selama satu minggu.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Masa berkabung ini dimulai pada Selasa (6/1/2026) sebagai penghormatan terhadap 'kaum muda, perempuan, dan laki-laki yang mengorbankan nyawa mereka untuk membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro,' jelas Rodriguez di televisi pemerintah.
Serangan yang dilancarkan oleh Angkatan Bersenjata AS terjadi pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, dengan target utama menangkap Presiden Nicolas Maduro. Menurut pernyataan resmi dari Washington, hampir 200 tentara mereka dikerahkan dalam operasi tersebut.
Kuba dan Venezuela mengklaim bahwa 55 personel militer mereka tewas dalam aksi tersebut. Sementara itu, Jaksa Agung Venezuela mencatat adanya korban jiwa di kalangan sipil dan militer, meskipun tidak merinci lebih jauh jumlah korban tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Penangkapan yang ditargetkan terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dinilai sebagai penanda berakhirnya 12 tahun pemerintahan Maduro yang dianggap semakin otoriter. Aksi ini merupakan bagian dari upaya AS untuk mengganti kepemimpinan di Venezuela.
Washington menuduh Maduro terlibat dalam kegiatan kartel narkoba, dengan janji imbalan mencapai US$ 50 juta bagi yang berhasil memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Serangan ini memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Venezuela, baik dari segi kehilangan nyawa maupun dari sisi psikologis. Masa berkabung yang ditetapkan memberikan kesempatan bagi keluarga korban untuk berduka dan menghormati yang telah gugur.
Rodriguez menegaskan pentingnya solidaritas di antara rakyat untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh serangan asing ini. 'Kami di sini untuk memperjuangkan kebebasan dan kedaulatan Venezuela,' tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: