Jasad Diduga Anak Pelatih Valencia Ditemukan di Labuan Bajo
Satu jasad yang diyakini merupakan anak dari Martin Carreras Fernando, pelatih sepakbola wanita Valencia CF, ditemukan di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Penemuan ini menyusul tenggelamnya kapal yang ditumpangi bersama keluarganya.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Informasi dari Basarnas menunjukkan bahwa jasad tersebut ditemukan oleh nelayan di Pantai Pede, bersamaan dengan bangkai kapal pinisi. Penemuan ini menjadi yang ketiga sejak pencarian dimulai, yang sudah berlangsung selama 12 hari.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa jasad tersebut ditemukan pada pukul 14.30 Wita. 'Informasi penemuan tersebut disampaikan oleh nelayan yang menemukan satu korban bersama bodi kapal,' ujarnya.
Sebelumnya, tim SAR telah berhasil menemukan jasad Fernando dan putrinya yang berusia 12 tahun. Dengan penemuan terbaru ini, total tiga jasad telah ditemukan hingga saat ini.
Pencarian mulai dilakukan setelah kapal yang ditumpangi Fernando dan anak-anaknya mengalami kecelakaan. Tim gabungan dari SAR melanjutkan upaya pencarian dengan melibatkan sejumlah sumberdaya.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Jasad yang ditemukan oleh nelayan dievakuasi menggunakan kapal Basarnas, KN Puntadewa 250. Sekitar pukul 18.10 Wita, jasad itu tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sebelum diantarkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Komodo untuk identifikasi.
Fathur Rahman menegaskan, 'Terkait dengan penemuan satu korban dalam kondisi meninggal dunia, saat ini masih dilakukan proses identifikasi.' Proses ini penting untuk memastikan identitas jasad yang ditemukan.
Rasa harapan ada pada proses identifikasi ini, yang diharapkan dapat memberikan kepastian kepada keluarga dari tragedi yang dialami.
Kecelakaan kapal ini tidak hanya menjadi perhatian lokal, tetapi juga internasional, sebab melibatkan seorang pelatih sepakbola yang dikenal, Martin Carreras Fernando. Berita ini mengguncang banyak sisi dari masyarakat dan para penggemar sepakbola.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya kapal pinisi tersebut. Dilaporkan bahwa kapal mengalami cuaca buruk saat berada di perairan Labuan Bajo yang terkenal dengan keindahannya, namun juga berbahaya.
Investigasi masih berlangsung untuk memastikan keselamatan transportasi laut dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: