Beras Porang: Alternatif Sehat untuk Diet dan Pengendalian Berat Badan
Beras porang kini menjadi sorotan sebagai pilihan diet yang menarik bagi banyak orang yang ingin menurunkan berat badan secara efektif.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Kandungan kalori yang sangat rendah bersama efek mengenyangkan yang lebih lama membuat beras ini banyak dibicarakan sebagai solusi untuk masalah obesitas.
Beras porang merupakan produk olahan dari umbi porang (Amorphophallus muelleri), dikenal juga sebagai iles-iles. Tanaman ini telah dimanfaatkan di sejumlah negara, terutama Jepang, sebagai bahan pembuatan mie shirataki dan konyaku yang kaya serat dan rendah kalori.
Di Indonesia, umbi porang tumbuh subur dan kini semakin dikenal sebagai komoditas ekspor. Proses pembuatannya menjadi beras menarik perhatian karena potensi menggantikan nasi, dengan serat larut yang tinggi sehingga memberikan efek kenyang yang lebih lama.
Kini, beras porang sering kali dibicarakan seiring dengan meningkatnya program penurunan berat badan dan kesadaran akan pola makan sehat karena sifatnya yang rendah kalori.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Masyarakat Indonesia masih menjadikan nasi putih sebagai makanan pokok. Namun, beras porang menawarkan alternatif yang lebih sehat dengan kandungan karbohidrat yang lebih rendah.
Campuran tepung porang dan tepung beras memberikan beras porang warna cokelat dan waktu memasak yang lebih cepat. Beras ini memiliki tekstur yang lebih menyerupai nasi biasa dibandingkan shirataki yang kenyal dan hampir seluruhnya terbuat dari konjac.
Jika kita melihat angka kalori, dalam 100 gram nasi putih terdapat sekitar 360 kalori, sedangkan beras porang hanya mengandung 40 kalori. Ini menjadikan beras porang pilihan yang jelas lebih baik untuk mereka yang ingin membatasi asupan kalori.
Kandungan gizi antara beras porang dan beras putih sangat berbeda. Beras porang mengandung sekitar 65% glukomanan, serat larut yang bermanfaat untuk mengontrol rasa lapar.
Glukomanan memiliki kemampuan untuk menyerap air dan mengembang di lambung, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, beras porang mampu menurunkan kadar hormon ghrelin, yang terlibat dalam memicu rasa lapar.
Dengan cara ini, konsumsi beras porang dapat membantu dalam mengontrol asupan kalori harian serta memperlambat penyerapan gula dalam darah, mendukung stabilitas kadar gula darah.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: