Peningkatan Kuota Pengunjung Planetarium Jakarta Disorot oleh Anggota DPRD
Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, kembali diminati masyarakat setelah 13 tahun tutup. Anggota DPRD DKI Jakarta, Taufik Zoelkifli, mengusulkan penambahan kuota pengunjung harian untuk menampung tingginya animo tersebut.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Harga tiket yang terjangkau, antara Rp 5.000 hingga Rp 12.000, jadi faktor utama peningkatan jumlah pengunjung. Taufik juga mengusulkan perbaikan sistem tiket dan jam operasional agar semua warga bisa menikmati pengalaman ini.
Planetarium di Taman Ismail Marzuki resmi dibuka kembali pada 25 Desember 2025 dan langsung menjadi daya tarik utama. Antusiasme pengunjung terlihat dari antrean panjang yang terbentuk sejak pagi untuk mendapatkan tiket.
Tiket untuk setiap sesi habis terjual cepat, baik melalui metode online maupun on the spot. Masyarakat tampak rela menunggu demi bisa mengunjungi tempat wisata edukatif yang sudah lama ditunggu-tunggu.
Taufik Zoelkifli mengungkapkan, "Planetarium itu harganya cuma Rp 5.000 sampai Rp 12.000 dan kemudian masuknya ke TIM juga gratis. Jadi hanya bayar untuk Planetarium dan paling parkir."
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Melihat tingginya minat pengunjung, Taufik mengusulkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kuota pengunjung harian. Usulan ini dimaksudkan agar lebih banyak warga bisa menikmati keindahan Planetarium.
Selain itu, ia menyarankan sistem pengaturan kunjungan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar setiap warga dapat mengunjungi satu kali dalam sebulan. "Sehingga kemudian kita bisa memberikan kesempatan yang sama untuk warga Jakarta ingin melihat fasilitas wisata edukatif," ujarnya.
Disarankan juga agar ada ruang khusus untuk kunjungan sekolah, agar siswa dapat belajar tanpa harus berdesakan dengan pengunjung umum.
Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Rany Mauliani, menyampaikan rasa senangnya atas antusiasme masyarakat. Ia mengenang masa kecilnya dengan Planetarium sebagai tempat yang berharga untuk pengetahuan dan hiburan.
Rany meminta pengelola untuk mengevaluasi alur kunjungan agar antrean panjang tidak terjadi lagi. "Agar semua pelajar di Jakarta berkesempatan melihat keindahan Planetarium dengan mudah, mungkin bisa dibuat hari khusus pelajar atau rombongan dari sekolah-sekolah," ungkapnya.
Dengan pengaturan yang lebih baik, diharapkan pengunjung umum tetap dapat menikmati Planetarium tanpa bertabrakan dengan rombongan pelajar.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: