Mengapa Kebiasaan Menunda Perlu Ditaati dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental
Prokrastinasi, atau menunda, adalah kebiasaan yang lumrah namun sering menimbulkan masalah serius. Meskipun terlihat sepele, dampaknya terhadap kesehatan mental bisa sangat besar.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Banyak dari kita bertanya-tanya mengapa menunda tugas-tugas penting menjadi hal yang umum. Fakta menunjukkan bahwa perilaku ini memiliki akar yang dalam dalam aspek psikologis yang perlu dipahami.
Prokrastinasi merujuk pada tindakan menunda tugas yang seharusnya kita kerjakan. Berbagai faktor, seperti ketakutan akan kegagalan dan perfeksionisme, sering menjadi penyebab utama kebiasaan ini.
Rasa cemas dan kurangnya motivasi juga sering muncul ketika kita berhadapan dengan tugas yang sulit atau tidak menarik. Hal ini mendorong kita untuk mencari kenyamanan dengan mengalihkan perhatian.
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa individu mengalami tekanan yang tinggi saat deadline mendekat, sehingga lebih memilih menunda daripada menghadapi rasa tidak nyaman tersebut.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Menunda dapat memicu stres berkepanjangan yang membuat individu merasa tertekan saat tenggat waktu semakin dekat. Perasaan ini sering disertai rasa bersalah yang berkontribusi pada suasana hati yang buruk dan produktivitas yang menurun.
Kombinasi dari stres dan rasa bersalah ini dapat memperburuk kondisi mental, dengan meningkatkan risiko kecemasan dan depresi di kalangan mereka yang sering menunda.
Seperti yang diungkapkan oleh Anna Schaffner, seorang psikolog, 'Prokrastinasi bukan hanya tentang menghindari pekerjaan, tapi juga tentang mengelola emosi yang muncul saat kita dihadapkan pada tugas tersebut.'
Ada beberapa metode yang bisa diterapkan untuk mengatasi kebiasaan menunda. Salah satunya adalah membagi tugas besar menjadi bagian kecil yang lebih mudah dikelola.
Menetapkan tenggat waktu yang realistis dapat membantu menciptakan kesadaran akan pentingnya menyelesaikan tugas tepat waktu. Hal ini mendukung kita dalam meningkatkan disiplin diri.
Mencari dukungan dari teman atau bergabung dalam komunitas dapat memberikan motivasi tambahan. Lingkungan sosial yang positif sering kali mendorong semangat untuk menyelesaikan pekerjaan.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: