Tantangan Keaslian Matcha Jepang di Tengah Produk Tiruan dari China
Budaya matcha Jepang yang kaya dan telah ada sejak ratusan tahun kini menghadapi ancaman serius dari produk tiruan asal China yang meningkat jumlahnya.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Matsatsugu Nonomura, perwakilan dari Marukyu Koyamaen, menyatakan bahwa kualitas produk tiruan tersebut sangat jauh dari matcha otentik yang dihasilkan Jepang.
Dalam beberapa tahun terakhir, matcha latte telah merebut perhatian banyak orang, berkat penampilan menarik dan manfaat kesehatan yang ditawarkannya. Permintaan yang meningkat ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani Jepang, yang kesulitan memenuhi pasokan.
Tanaman teh hijau yang digunakan untuk membuat matcha memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, ditambah dengan proses produksi yang rumit. Nonomura menegaskan, “Matcha kami, Isuzu, memiliki warna yang sangat indah dan aroma yang benar-benar luar biasa,” menekankan betapa pentingnya perbedaan antara produk aslinya dan tiruan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Produksi matcha di Jepang kini terancam oleh banyaknya produk berkualitas rendah yang berasal dari China dan diklaim sebagai matcha Jepang. Keberadaan produk palsu ini membuat konsumen bingung dan sulit membedakan antara yang asli dan tiruan.
Nonomura menjelaskan bahwa, “Para produsen bekerja tanpa lelah untuk menyediakan produk premium bagi konsumen,” yang mencerminkan keprihatinan industri terkait dampak dari pemalsuan yang merugikan.
Meskipun istilah 'matcha' tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang, nama seperti 'Uji matcha' yang dihasilkan di wilayah tertentu di Jepang dilindungi. Kementerian Pertanian Jepang juga tengah berupaya untuk menangkal produk palsu yang merugikan pasar melalui kerjasama dengan negara lain.
Nonomura menekankan perlunya transparansi dalam branding bagi produsen China agar mereka bisa bersaing secara jujur. Hal ini penting demi menjaga keaslian dan kualitas matcha yang sangat dihargai oleh konsumen.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: