Trump Yakin Hubungan Amerika dan China Stabil Usai Penangkapan Maduro
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, percaya bahwa penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, tidak akan mengganggu hubungan baik antara AS dan China.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Maduro ditangkap pada 3 Januari 2026, yang bisa memengaruhi hubungan politik dan perdagangan antara kedua negara.
Dalam pernyataannya, Trump mengaku memiliki relasi yang baik dengan Presiden China, Xi Jinping. "Saya memiliki hubungan yang baik (dengan Xi Jinping)," ujar Trump pada 4 Januari 2026 yang dilansir dari CNN.
Ia menyatakan, "Kami memiliki kekuatan atas tarif, dan ia memiliki kekuatan lain terhadap kami," yang menggambarkan kompleksitas hubungan dagang antara kedua negara.
Keyakinan ini menunjukkan upaya Trump untuk menjaga stabilitas hubungan meskipun situasi internasional yang berubah-ubah.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Menanggapi kejadian tersebut, pemerintah China mendesak AS untuk segera membebaskan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kini ditahan. Mereka merasa terkejut dengan insiden ini.
Pihak China mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan AS terhadap negara berdaulat seperti Venezuela, yang mereka anggap sebagai pelanggaran prinsip internasional.
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran China terhadap pengaruh AS di kawasan Latin Amerika.
Venezuela telah menjalin hubungan erat dengan China, yang menjadi salah satu pembeli utama minyak Venezuela, khususnya saat negara tersebut menghadapi sanksi dari negara-negara Barat.
Penangkapan Maduro oleh pasukan khusus AS telah memicu diskusi luas di kalangan pengamat politik China, mengingat pentingnya Venezuela sebagai mitra dagang strategis.
Keterikatan ekonomi ini menunjukkan bagaimana dinamika politik dapat berpengaruh pada hubungan dagang antara negara-negara besar.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: