BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 05 JANUARI 2026 • 16:27 WIB

Tragedi Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro: Sembilan Nyawa Melayang dan Lima Hilang

Tragedi Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro: Sembilan Nyawa Melayang dan Lima HilangTragedi Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro: Sembilan Nyawa Melayang dan Lima Hilang

Banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin dini hari, 5 Januari 2026, mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan lima lainnya masih hilang.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 17 orang luka-luka dan 102 warga terpaksa mengungsi.

Detail Peristiwa Banjir

Peristiwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.30 Wita akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menginformasikan rincian korban, termasuk sembilan orang meninggal, lima hilang, dan 17 luka-luka.

Tiga kecamatan yang paling terdampak adalah Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat, yang menerima dampak paling parah dari bencana ini.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Dampak Banjir dan Proses Evakuasi

Pasca-banjir, jalan di wilayah terdampak ditutupi material batuan dan lumpur, yang mengganggu akses dan infrastruktur bangunan warga.

Meskipun laporan menyebutkan bahwa banjir telah surut mulai hari Senin siang, namun jaringan listrik dan telekomunikasi masih terputus di lokasi tersebut.

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) sedang melakukan upaya evakuasi dan pencarian bagi korban yang masih hilang, sementara lima unit rumah dilaporkan telah hanyut.

Tantangan di Lapangan

Abdul Muhari menjelaskan bahwa tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal yang menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Kendala ini berpengaruh terhadap mobilisasi sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk mendukung misi pencarian dan penyelamatan.

Tim tetap berfokus pada pencarian dan pertolongan di tengah situasi yang menantang akibat kondisi yang tidak menentu.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tragedi Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro: Sembilan Nyawa Melayang dan Lima Hilang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!