Usaha Maduro untuk Mendorong Perdamaian di Tengah Ketegangan dengan AS
Presiden Venezuela Nicolás Maduro baru saja mengungkapkan harapannya agar tidak terjadi perang dengan Amerika Serikat, menjelang momen penting dalam hubungan kedua negara.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Ia menekankan pesan perdamaian yang jelas: 'Tidak ada perang. Ya, perdamaian.'
Maduro memanfaatkan momen menjelang Tahun Baru untuk berkeliling ibu kota, menyerukan kepada publik di Amerika agar memahami posisi Venezuela sebagai negara damai.
Ia menjelaskan, "Amerika harus tahu bahwa di sini mereka memiliki teman, sebuah negara yang damai, dan pemerintah yang ramah."
Dalam usaha memperkuat citranya, Maduro telah mengadakan berbagai demonstrasi di Venezuela dengan menyanyikan lagu-lagu yang populer, termasuk "Imagine" dari John Lennon.
Ia melakukannya sambil menari mengikuti irama techno, menciptakan suasana yang kontras dengan ketegangan politik yang ada.
Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Trump menyebut Maduro sebagai pemimpin kartel narkoba.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Pada Sabtu (3/1), jaksa federal Amerika menuduh Maduro dan istrinya, Flores, melakukan terorisme narkoba.
Menanggapi tuduhan tersebut, Maduro menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk memerangi penyelundupan narkoba.
Ia mengklaim, "Pasukan Venezuela telah menembak jatuh 431 pesawat yang menyelundupkan narkoba di wilayahnya."
Penangkapan Maduro di New York menandai momen penting dalam hubungan Venezuela dan Amerika Serikat.
Pasukan elite Delta Force dikerahkan untuk melaksanakan penangkapan ini, menambah ketegangan dalam situasi yang sudah kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: