Hati-hati, Kabut Tebal Memengaruhi Jalur Puncak-Cianjur
Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengingatkan pengendara untuk ekstra waspada menghadapi kabut tebal yang melanda kawasan Puncak terutama saat cuaca buruk. Penurunan jarak pandang yang drastis dapat mengancam keselamatan di jalan raya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ajun Komisaris Polisi Hardian Andrianto menjelaskan bahwa kondisi hujan lebat disertai kabut sudah berlangsung beberapa hari dan meminta semua pengendara untuk menyalakan lampu utama saat melintasi area tersebut.
Ajun Komisaris Polisi Hardian Andrianto menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi pengendara di Puncak-Cianjur. Hujan lebat disertai kabut tebal telah mengurangi jarak pandang.
Pada hari Kamis, 1 Januari 2026, jarak pandang di jalur Puncak diperkirakan hanya berkisar antara 5 hingga 10 meter. Dalam kondisi ini, pengendara sangat disarankan untuk menjaga jarak yang aman dan menyalakan lampu utama.
Keselamatan di jalan raya menjadi prioritas, terutama karena cuaca ekstrem dapat memengaruhi banyak pengguna jalan. Pengendara diimbau untuk lebih memerhatikan kondisi sekitar ketika melintasi area berbahaya.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Selama periode liburan akhir tahun, terjadi peningkatan arus kendaraan yang signifikan di jalur Puncak-Cianjur, mencapai 1.000 kendaraan per jam. Namun, setelah hari pertama tahun 2026, volume kendaraan mulai menurun.
Polisi pun menerapkan rekayasa arus demi mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Sistem satu arah diberlakukan secara situasional di wilayah hukum Bogor untuk mengurangi antrean yang terjadi.
Langkah-langkah tersebut diambil guna memastikan kelancaran lalu lintas, meski situasi cuaca dapat memperburuk kondisi jalan. Pengendara disarankan untuk tetap mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan.
Pada malam pergantian tahun 2026, polisi menutup arus dari Tugu Lampu Gentur menuju bypass untuk menghindari kemacetan total. Langkah ini diambil mengingat meningkatnya volume kendaraan menuju lokasi perayaan.
Penutupan arus dilakukan dengan pertimbangan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Jalur tersebut dibuka kembali pada pukul 22.00 WIB setelah volume kendaraan berkurang.
Rekayasa arus diperluas dengan mengalihkan kendaraan menuju jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi. Ini untuk memastikan bahwa perayaan malam tahun baru tidak mengganggu arus lalu lintas secara keseluruhan.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: